Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella (ketiga dari kanan). Dok. Istimewa
Parpol Mulai Panaskan Mesin Politik Hadapi Pemilihan Daerah
Achmad Zulfikar Fazli • 24 September 2026 16:02
Jakarta: Kader Partai Hanura diminta mulai mempersiapkan diri dalam menghadapi konstelasi politik mendatang. Persiapan awal tersebut dinilai penting untuk mengantisipasi perubahan sistem pemilu legislatif (pileg) dan pemilihan kepala daerah (pilkada).
Ketua Tim Task Force DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, menjelaskan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) memisahkan waktu pelaksanaan Pileg DPR, serta Pileg DPRD Provinsi, Kabupaten, dan Kota. Pileg DPR digelar berbarengan dengan Pemilu Presiden (Pilpres), sedangkan Pileg DPRD digelar bersamaan dengan Pilkada, yakni dua tahun atau paling lama dua tahun enam bulan setelah Pileg DPR.
"Kita akan lihat bagaimana sistemnya di 2031 itu. Sebab, Undang-Undang Pilkada pasti berubah. Undang-Undang Pemilu juga berubah," kata Rio usai menghadiri Rapat dan Konsolidasi Tim Task Force dengan DPD dan DPC Hanura se-Sumatra Barat (Sumbar) di Hotel Mercure, Padang, dikutip pada Kamis, 24 September 2026.
Meski aturan teknisnya menunggu perubahan undang-undang, namun Hanura telah menentukan arah kebijakan internal. Partai yang dipimpin Oesman Sapta Odang (OSO) itu akan memberikan prioritas kepada kader yang memiliki potensi untuk maju di pilkada.
"Yang pasti adalah Hanura akan lebih mendahulukan kader yang punya potensi untuk maju Pilkada," tegas Rio.
Rio meminta kader yang berkeinginan maju sebagai kepala daerah pada 2031, mempersiapkan diri sejak sekarang. Menurut Rio, kesiapan seorang calon tak bisa dibangun secara instan menjelang pemilihan.
"Kemenangan tak bisa dilakukan atau dibangun dalam satu malam. Dia mesti dijahit dari hari ini hingga nanti bisa maju dan memenangkan kontestasi di tahun 2031," ucap Rio.
Soal pencalonan anggota legislatif, Hanura akan menggunakan survei sebagai dasar penentuan strategi. Menurut dia, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hanura akan melakukan survei internal pada pertengahan 2027, untuk mengukur elektabilitas dan tingkat pengenalan masyarakat terhadap partai.
"Selanjutnya, hasil survei itu akan dipetakan berdasarkan daerah pemilihan (dapil). Dari pemetaan itu, Hanura akan menentukan dapil yang dinilai memiliki potensi untuk menghasilkan kursi," jelas Wakil Ketua Umum Hanura itu.
Rio menambahkan strategi tersebut juga akan diterapkan di Provinsi Sumbar. "Kita tidak mungkin hanya menebak-nebak. Termasuk di Sumbar, akan kita survei," tegas Rio.
Rio mengatakan pembenahan organisasi menjadi bagian penting dalam menarik kader dan calon anggota legislatif (caleg) baru. Hal itu termasuk memperbaiki performa Hanura di daerah yang Pemilu sebelumnya nihil kursi.
"Performa partainya mesti kita perbaiki, supaya para caleg dan para orang baru akan datang masuk ke Hanura," terang Rio.
Rio mencontohkan sejumlah dapil di Provinsi Sumbar, yang sebelumnya belum menghasilkan kursi bagi Hanura. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi melalui penguatan partai hingga ke daerah.
"Kalau kita kerja sama ini, performa organisasinya mesti kita perbaiki," ujar Rio.

Ilustrasi pemilu. Dok. Istimewa
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sumbar, Edi Naswany mengatakan konsolidasi struktur partai hingga tingkat kecamatan menjadi modal penting untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
"Seperti yang kita lakukan hari ini, optimisme itu dibuktikan dengan terbentuknya struktur sampai ke PAC (Pimpinan Anak Cabang). Artinya, suara-suara yang mau dibawa ke DPRD itu berawal dari kecamatan-kecamatan," ujar Edi.
Edi memastikan pihaknya telah membentuk seluruh PAC atau pengurus tingkat kecamatan se-Provinsi Sumbar. "Ke depan, kami optimis semua target partai akan tercapai," ucap Edi.
Edi menyatakan Hanura menargetkan dua kursi DPR dari Provinsi Sumbar. Masing-masing satu kursi dari daerah pemilihan (dapil) Sumbar I dan Sumbar II. Untuk DPRD Provinsi, pihaknya menargetkan tujuh kursi, dan DPRD Kabupaten dan Kota sebanyak 76 kursi.
"Begitu juga Gubernur, wali kota dan bupati dari kader kami. Semua kader merasa optimis. Hari ini, seluruh kader sangat bergairah untuk menjadikan Hanura sebagai pemenang di Sumatra Barat," tegas Edi.
Edi menambahkan antusiasme kader dalam menghadapi kontestasi politik terlihat dari konsolidasi di tingkat daerah. Menurut dia, penguatan struktur partai juga diwarnai dengan masuknya sejumlah wajah baru yang kini dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hanura di sejumlah kabupaten/kota.
"Kehadiran mereka juga mencerminkan upaya partai memperluas basis kader, sekaligus memperkuat organisasi hingga ke tingkat kabupaten dan kota," ujar Edi.