Komdigi Optimistis Atasi Tantangan Integrasi Data Layanan Publik

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Komdigi Optimistis Atasi Tantangan Integrasi Data Layanan Publik

Metro TV • 23 September 2026 12:10

Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) optimistis mengatasi tantangan integrasi data antarkementerian dan lembaga di Indonesia. Tantangan ini dinilai bukan terletak pada kesiapan maupun kemampuan teknologi

Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, mengatakan hambatan terbesar justru bersumber dari faktor nonteknis. Yakni, kesiapan masing-masing instansi pemerintah untuk saling berbagi dan mengelola data secara terbuka dalam satu ekosistem digital nasional.
 


“Secara teknis sangat mudah untuk kita lakukan. Hambatan kita itu nonteknis, bukan teknikal,” kata Ismail dalam Focus Group Discussion (FGD) Baintelkam Polri di Jakarta, Rabu, 23 September 2026.

Ismail menjelaskan, sistem pemerintahan berbasis digital ke depan akan menerapkan pendekatan berbasis ekosistem. Dalam skema tersebut, setiap kementerian dan lembaga tetap memiliki keleluasaan mengelola aplikasi serta layanannya masing-masing, namun dengan data yang terintegrasi melalui standar dan platform bersama.


Sekretaris Jenderal Komdigi, Ismail, dalam Focus Group Discussion (FGD) Baintelkam Polri. Foto: Metrotvnews.com/M. Azri Arifin.

Melalui skema integrasi data terpadu ini, seluruh data yang pernah dimasukkan masyarakat saat mengakses satu layanan pemerintah dapat digunakan kembali secara otomatis untuk kebutuhan layanan publik di instansi lainnya. Langkah ini dinilai efektif memangkas birokrasi dan meningkatkan efisiensi layanan secara signifikan.

“Ketika data ini terintegrasi, masyarakat tidak lagi harus menginput data yang sudah dimasukkan di masing-masing layanan pemerintah,” ujar Ismail.

(Metrotvnews.com/M. Azri Arifin)

(Fachri Audhia Hafiez)