Banjir di Jepara Meluas

Pemukiman warga di Sowan Kidul yang terendam banjir. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani

Banjir di Jepara Meluas, Ratusan Rumah dan Lahan Pertanian Terendam

Banjir di Jepara Meluas

Rhobi Shani • 12 January 2026 13:31

Jepara: Hujan lebat yang terus mengguyur Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, menyebabkan banjir meluas. Jumlah desa terdampak banjir bertambah, merambah ke sejumlah desa di Kecamatan Kedung dan Kalinyamatan.

Banjir semula terjadi di enam desa kini meluas ke Desa Sowan Kidul, Batu Kaki, dan Welahan. Genangan air dilaporkan merendam permukiman warga hingga lahan pertanian.

Pemukiman warga di Sowan Kidul yang terendam banjir. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani 

Pantauan di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, banjir menggenangi Dukuh Rekesan di RT 1 RW 2, RT 2 RW 2, dan RT 3 RW 2 dengan ketinggian air mencapai sekitar 40 sentimeter. Warga terlihat mulai mengevakuasi sepeda motor dan barang berharga dari rumah yang terendam. Hingga Senin siang, hujan lebat masih mengguyur lokasi banjir.

Salah satu warga RT 3 RW 2, Siti Solehah, menuturkan air mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 03.00 WIB. Padahal, pada Minggu sore, 11 Januari 2026, air sempat menggenangi permukiman namun belum masuk ke dalam rumah dan sempat surut.

“Air mulai masuk pas mau subuh. Kemarin sudah mulai banjir tapi tidak masuk rumah,” kata Siti ditemui di lokasi banjir, Senin, 12 Januari 2026.

Siti menyebut banjir berasal dari luapan Kali Jratun yang berada di dekat area persawahan Desa Sowan Kidul. Hingga kini, ia bersama keluarga masih bertahan di rumah sambil mengamankan barang-barang berharga.

Sementara itu, Danramil 02/Kedung Kapten Arm Budi SP menyampaikan data sementara rumah warga yang terdampak banjir mencapai sekitar 248 rumah dengan jumlah penghuni 886 jiwa.

“Rencana akan menutup pintu air dari Sungai Jratun Soluna yang ke sawah dan menyedot air dari pemukiman dialirkan ke sungai,” kata Budi. Selain merendam permukiman, banjir juga berdampak pada sektor pertanian. Babinsa Desa Batukali Serma Sungatno menyebut genangan air meluas ke lahan pertanian warga dengan luasan yang cukup signifikan.

“Pertanian yang tergenang 61 hektar persemaian dan sudah tanam sebanyak 161 hektar. Kemudian yang siap panen sekitar 30 hektar dan belum diolah 12 hektar,” ujar Sungatno.

Hingga kini, aparat TNI, pemerintah desa, dan instansi terkait terus melakukan pemantauan dan upaya penanganan untuk meminimalkan dampak banjir, sembari mengantisipasi potensi hujan susulan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)