Indofair 2026 di Paramaribo dikunjungi lebih dari 13.500 orang dan mencatat perkiraan transaksi Rp7,9 miliar. (KBRI Paramaribo)
Indofair 2026 Promosikan Produk dan Budaya Indonesia di Suriname
Willy Haryono • 3 October 2026 14:44
Paramaribo: Pameran Indofair 2026 yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Paramaribo pada 25–27 September 2026 mencatat lebih dari 13.500 pengunjung.
Berdasarkan siaran pers KBRI Paramaribo yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu, 3 Oktober 2026, nilai transaksi selama tiga hari pameran ke-22 tersebut diperkirakan mencapai Rp7,9 miliar atau sekitar USD440.518.
Pameran yang berlangsung di Sana Budaya, Paramaribo, itu diikuti peserta yang sebagian besar merupakan importir produk buatan Indonesia, pengrajin, serta pelaku kuliner Indonesia di Suriname.
Produk yang ditampilkan mencakup sandang, pangan, produk konsumsi rumah tangga, barang elektronik, hingga suku cadang otomotif.
Pembukaan Indofair 2026 dihadiri Menteri Komunikasi, Transportasi dan Pariwisata Suriname yang juga menjabat sebagai Menteri Urusan Ekonomi, Kewirausahaan dan Inovasi Teknologi Suriname, Raymond Landveld, sebagai tamu kehormatan.
Landveld mengatakan Indofair menjadi forum untuk memperkuat kerja sama kedua negara dengan mempertemukan pengusaha, investor, inovator, dan pemerintah.
“Indofair adalah forum untuk memperkuat kerja sama kedua negara dengan mempertemukan para pengusaha, investor, inovator, dan pemerintah,” kata Landveld dalam sambutannya.
Ia menambahkan, Indofair telah menjadi forum dialog, kolaborasi, dan kemitraan, sekaligus mempertemukan gagasan dengan peluang.
“Pameran ini juga menjadi forum pertemuan antara gagasan dan peluang serta sarana untuk menjalin kemitraan, sekaligus menjadi platform dinamis untuk semakin memperkuat hubungan ekonomi, budaya, dan pariwisata antara Indonesia dan Suriname,” ujarnya.
Dorong Potensi Kerja Sama Ekonomi
Duta Besar RI untuk Suriname Agus Priono menyatakan optimistis kerja sama ekonomi Indonesia dan Suriname terus berkembang.“Kemitraan ekonomi kita memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya digali. Indonesia, salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara, dengan pasar lebih dari 280 juta jiwa dan pusat manufaktur yang terus berkembang, menawarkan produk-produk kompetitif bagi konsumen dan pelaku usaha di Suriname; sementara Suriname, sebagai pintu gerbang menuju kawasan Karibia dan Amerika Selatan, menawarkan peluang menjanjikan bagi mitra-mitra pengusaha dan investor dari Indonesia,” ujar Dubes Agus saat menyampaikan pidato pembukaan Indofair 2026.
Sebagai program unggulan KBRI Paramaribo, Indofair menjadi wadah pertemuan bagi wirausahawan dan profesional Suriname yang ingin menjalin koneksi dengan pasar Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kedua negara.
Mengusung tema “Menghubungkan Budaya, Menciptakan Peluang”, Indofair 2026 dirancang untuk mendorong kemitraan komersial dan peluang perdagangan.
Pameran tersebut memadukan promosi produk bernilai tambah dengan pertunjukan seni dan budaya Indonesia.
Produk yang ditampilkan mencakup kategori pangan dan nonpangan. Produk nonpangan antara lain suku cadang otomotif seperti ban kendaraan, aki, filter oli, filter udara, alat pemadam kebakaran, pompa air rumah tangga, batik, dan sepatu.
Sementara itu, sektor kuliner menyajikan berbagai hidangan autentik Indonesia serta produk kerajinan tangan yang digemari masyarakat Suriname.
Indofair juga menjadi ruang pertemuan antara pengusaha Suriname dengan komunitas bisnis dan konsumen. Importir mendapat kesempatan memperkenalkan produk melalui sesi presentasi dan kuis.
Promosi Seni dan Budaya
Selain diplomasi ekonomi, KBRI Paramaribo menggunakan Indofair sebagai sarana mempromosikan kesenian dan kebudayaan Indonesia kepada masyarakat Suriname.Selama tiga hari pameran, pengunjung disuguhi berbagai pertunjukan, mulai dari Kuda Lumping atau yang lebih populer di Suriname dengan sebutan Jaran Kepang, workshop pencak silat, peragaan busana, tari dan lagu Indonesia, pertunjukan wayang kulit, gamelan, kabaret, pertunjukan grup keroncong, hingga penampilan sejumlah grup band Suriname.
Salah satu peserta pameran, Kartini Wihardja, mengaku puas mengimpor produk kerajinan dan pakaian dari Indonesia karena kualitas dan modelnya digemari pelanggan di Suriname.
Stand Keraton Baru miliknya telah mengikuti Indofair sejak pertama kali diselenggarakan.
“Aku seneng tho, iso dodolan nang Indofair lan iso pethuk karo konco-konco sedulur sing wis suwi ora ketemu,” ungkap Kartini yang masih fasih berbahasa Jawa.
Kartini merupakan salah satu pengusaha Suriname keturunan Jawa.
Kerja sama ekonomi Indonesia dan Suriname, khususnya di bidang perdagangan, dinilai memiliki potensi pertumbuhan dan strategis sebagai pintu masuk ke pasar Karibia.
Di tengah upaya Pemerintah Suriname meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Indofair menjadi wadah untuk memperluas jaringan bisnis di sektor perdagangan dan investasi.
Indofair 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan hubungan diplomatik Indonesia-Suriname yang genap berusia 50 tahun pada 24 Januari 2026.
Baca juga: KJRI San Francisco Promosikan Budaya dan Produk Indonesia di Palace of Fine Arts