Personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur memadamkan kebakaran rumah di Jalan Asem Gede Timur, RT 10/RW 05, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (6/10/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza/pri.
Antisipasi Kebakaran di DKI Jakarta, Warga Diimbau Waspadai Rumah Kosong
Siti Yona Hukmana • 13 October 2026 15:24
Jakarta: Wali Kota Jakarta Timur Munjirin meminta warga mewaspadai rumah kosong, tumpukan barang bekas, dan rumput kering yang berpotensi memicu kebakaran. Imbauan ini disampaikan menyusul banyaknya kasus kebakaran di Ibu Kota.
"Saya juga minta ke warga kalau di dekat lingkungan ada rumah kosong untuk diperiksa karena biasanya di sana ada barang bekas dan rumput kering yang dikhawatirkan bisa menimbulkan kebakaran," kata Munjirin di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Apalagi, tumpukan barang bekas dan rumput kering di sekitar bangunan perlu diwaspadai karena dapat memperbesar risiko kebakaran apabila terkena sumber api. Selain itu, musim kemarau sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya mengantisipasi kebakaran di Jakarta Timur.

Kebakaran rumah di Jl. Kertajaya IV Rt. 08/RW 014 Kel. Penjaringan Kec. Penjaringan, Jakarta Utara. Foto: Istimewa.
Munjirin menyebut, Pemkot Jakarta Timur terus menjalankan program pencegahan kebakaran dengan melibatkan berbagai unsur kewilayahan, termasuk pengurus rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), dan lembaga musyawarah kelurahan (LMK).
"Namun demikian, saya bersama jajaran tidak berhenti, termasuk lembaga RT, RW, LMK untuk menjalankan program-program pencegahan bahaya kebakaran," ungkap Munjirin.
Selain mengawasi kondisi rumah kosong, Munjirin meminta warga memeriksa instalasi listrik secara berkala guna mengantisipasi korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Masyarakat juga diimbau menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah masing-masing sebagai langkah kesiapsiagaan untuk melakukan penanganan awal ketika muncul api.
Munjirin berharap langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, sekaligus mengurangi risiko kerugian materi maupun korban jiwa.
Sebelumnya, kebakaran di wilayah Jakarta Timur sejak awal Oktober 2026 sudah terjadi lebih dari belasan kali hingga mengakibatkan lima orang meninggal dunia.
Seorang anak berusia empat tahun, A meninggal dunia akibat kebakaran rumah di Jalan Tipar Cakung Gang Pelajar, RT 009/RW 009, Cakung Barat, Jakarta Timur, Jumat, 2 Oktober 2026.
Lalu, dua warga lanjut usia (lansia) yakni Sintawati, 90 dan Eka Ariyono, 60, meninggal dunia akibat kebakaran rumah di Jalan Drompol Nomor 4, RT 04/RW 17, Kayu Putih, Pulogadung, Senin pagi, 5 Oktober 2026.
Kemudian, dua pemuda yakni Muhammad Fadel, 18 dan M. Alfarizi, 20 meninggal akibat terjebak di lantai dua sebuah rumah yang terbakar di Jalan Asem Gede Timur, Utan Kayu Selatan, Matraman, Selasa, 6 Oktober 2026.