Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
Kendala Administrasi jadi Penyebab Keterlambatan Pencairan KJMU
Nattasya Amani Vrazeti • 3 November 2026 11:58
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pencairan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap sejumlah kendala administratif menjadi penyebab keterlambatan tersebut.
“Pemerintah DKI Jakarta menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan ini. Kenapa terlambat? Karena banyak faktor,” ujar Pramono di kawasan Jakarta Pusat, Selasa, 3 November 2026.
“Jumlahnya kurang lebih 1.100 rekening. Sehingga kalau kemudian kita transfer, pasti akan menimbulkan persoalan di lapangan,” kata Pramono.
Selain itu, Pemprov DKI juga menemukan ketidaksesuaian data NIK terkait jenis kelamin, usia, hingga tanggal lahir penerima bantuan. Masalah administrasi diperparah oleh pembaruan data desil serta ketidakcocokan informasi wilayah tempat tinggal penerima.
“Kemudian karena adanya pembaruan desil kemarin, ini juga menyebabkan perhitungan yang menjadi berbeda dan angkanya juga cukup besar. Termasuk kemudian kita temukan adanya RT, RW, Kelurahan, Kecamatan yang tidak sesuai,” ucap Pramono.
Pemprov DKI mencatat sebanyak 14.554 penerima baru KJP dan 6.587 penerima baru KJMU belum memiliki nomor rekening. Di samping itu, terdapat 2.155 penerima baru yang menggunakan NIK di luar DKI Jakarta sehingga turut menghambat proses verifikasi administrasi.
Pramono memastikan Pemprov DKI telah menetapkan tenggat penyelesaian pencairan bantuan pendidikan tersebut. Ia menargetkan pencairan bagi penerima perpanjangan KJMU dapat diselesaikan pada hari ini.
“Memang agak komplek apa persoalannya. Tetapi saya sudah memerintahkan untuk yang perpanjangan, yang perpanjangan, hari ini harus selesai. Untuk yang lainnya, maksimum tanggal 6 (November) harus selesai,” kata Pramono.

Ilustrasi mahasiswa penerima KJMU. Foto: dok. Antara.
Pemprov DKI mempercepat proses penyelesaian agar mahasiswa penerima dapat segera memanfaatkan bantuan untuk keperluan pendidikan mereka. Percepatan ini dilakukan untuk mengatasi kendala administrasi yang menyebabkan keterlambatan pencairan hingga hari ketiga.
“Karena kasihan bagi penerima KJMU yang memang membutuhkan untuk apa? Kebutuhannya. Sehingga dengan demikian, itulah persoalan yang terjadi kenapa kemudian ada keterlambatan sampai dengan ini adalah hari yang ketiga,” ucap Pramono.