Lahan Pertanian di Cijeruk Bogor Disiapkan untuk Budidaya Ubi Ungu

Budidaya varietas ubi ungu di kaki Gunung Salak, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Istimewa

Lahan Pertanian di Cijeruk Bogor Disiapkan untuk Budidaya Ubi Ungu

Whisnu Mardiansyah • 16 October 2026 23:54

Bogor: Pengembangan lahan pertanian di kawasan kaki Gunung Salak, Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai diarahkan untuk budidaya ubi ungu. Bumibaru mengembangkan lahan tersebut secara bertahap dengan target luas mencapai 10 hektare sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan yang selama bertahun-tahun belum dimanfaatkan secara optimal.

Pengembangan kebun tersebut diresmikan pada Kamis, 15 Oktober 2026, melalui kegiatan syukuran dan penanaman perdana secara simbolis. Acara itu dihadiri perwakilan pemilik lahan, Ketua RT setempat, serta jajaran manajemen Bumibaru.

Pada tahap awal, pengembangan difokuskan pada area seluas dua hektare. Lahan tersebut tengah menjalani proses restorasi dan dipersiapkan untuk mendukung kegiatan budidaya sebelum pengembangan dilanjutkan menuju target keseluruhan.

CEO Bumibaru, Ramavito Mountaino, menyampaikan apresiasi kepada pemilik lahan, pekerja harian lepas, dan seluruh staf yang terlibat dalam persiapan pengembangan kebun. Perwakilan pemilik lahan, Wilson, berharap kerja sama tersebut dapat mengembalikan produktivitas lahan sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial dalam jangka panjang.

Ketua RT setempat, Adul, turut menyambut baik pengembangan lahan pertanian itu. Ia berharap kegiatan budidaya dapat berjalan lancar dan membuka peluang keterlibatan warga di sekitar kebun.
 


Restorasi Lahan Sebelum Budidaya

Sebelum memulai kegiatan pertanian, Bumibaru melakukan penilaian kondisi tanah atau soil assessment. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengenali karakteristik lahan sekaligus menentukan langkah pengelolaan yang sesuai dengan kebutuhan budidaya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar tiga unsur hara utama, yakni nitrogen, fosfor, dan kalium, berada pada tingkat sangat rendah. Pada sejumlah titik, ketiga unsur tersebut bahkan hampir tidak terdeteksi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan perusahaan untuk memprioritaskan restorasi tanah sebelum memasuki tahap budidaya. Melalui tahapan ini, lahan dipersiapkan agar dapat dikelola sesuai karakteristik tanah dan kebutuhan tanaman.

“Keberhasilan produksi pertanian tidak hanya ditentukan oleh komoditas yang ditanam, tetapi juga oleh kondisi tanah yang menjadi fondasinya. Melalui tahap restorasi ini, kami ingin memastikan pengembangan kebun Cijeruk dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan lahan untuk mendukung produksi dalam jangka panjang,” ujar Ramavito, Kamis, 15 Oktober 2026.


Ubi Ungu Jadi Komoditas Perdana

Ubi ungu dipilih sebagai komoditas pertama dengan mempertimbangkan kesesuaiannya terhadap kondisi lahan, waktu panen yang relatif singkat, serta kebutuhan industri pangan. Pemilihan tanaman ini menjadi bagian dari rencana pengembangan produksi yang disesuaikan dengan karakteristik lahan dan potensi penyerapan hasil panen.

Setelah tahap awal seluas 2 hektare berjalan, pengembangan kebun direncanakan berlanjut secara bertahap hingga mencapai target 10 hektare. Perluasan tersebut akan disesuaikan dengan kondisi tanah dan kebutuhan budidaya pada setiap tahap.

Bumibaru menempatkan pemulihan lahan sebagai bagian dari upaya mengembangkan area pertanian yang produktif. Pemeriksaan tanah dan penyesuaian pengelolaan lahan menjadi tahapan awal sebelum kegiatan budidaya dijalankan secara lebih luas.

Melalui pengembangan kebun di Cijeruk, Bumibaru menargetkan pemanfaatan lahan secara bertahap melalui budidaya ubi ungu. Pelaksanaan tahap berikutnya akan mengikuti kondisi lahan dan rencana produksi yang telah disusun.

(Whisnu M)