Puan Bisa Festival 2026 Ajak Perempuan Muda Bertumbuh Sesuai Integritas Diri

Puan Bisa menggelar sesi Instagram Live bertema Pause Without Guilt: Berani Istirahat Tanpa Rasa Bersalah dalam rangkaian Puan Bisa Festival 2026. (Foto: Ist)

Puan Bisa Festival 2026 Ajak Perempuan Muda Bertumbuh Sesuai Integritas Diri

Patrick Pinaria • 16 October 2026 16:53

Jakarta: Puan Bisa mengajak perempuan muda untuk mengenali potensi diri, menyusun arah karier, dan mengambil keputusan berdasarkan nilai serta prinsip yang diyakini. Ajakan tersebut disampaikan melalui rangkaian Puan Bisa Festival 2026 bertema Brave to Step Back, yang mendorong perempuan muda mengambil jeda untuk memahami diri dan menentukan langkah secara lebih sadar.

Puan Bisa merupakan komunitas non-profit yang didirikan pada 1 Oktober 2020. Komunitas ini berdedikasi meningkatkan kesadaran perempuan muda Indonesia dalam mengembangkan kemampuan dan kecintaan terhadap diri sendiri melalui konten edukatif, Instagram Live, webinar, serta berbagai program pengembangan diri lainnya. Melalui kolaborasi, Puan Bisa turut mengembangkan kemampuan perempuan dalam berkarier, meningkatkan kapasitas diri, dan kesehatan mental.

Puan Bisa Festival 2026 menyoroti tekanan yang dihadapi perempuan muda untuk terus berkembang secara profesional, mandiri secara finansial, dan memenuhi ekspektasi sosial. Kondisi tersebut dapat memicu kelelahan dalam mengambil keputusan, mengaburkan arah yang ingin dituju, hingga membuat seseorang bergantung pada validasi eksternal.

Melalui semangat Brave to Step Back, festival ini menghadirkan ruang refleksi bagi perempuan muda untuk mengambil jeda, memahami diri secara lebih utuh, menyusun strategi dengan sadar, dan bertumbuh secara berkelanjutan.

Puan Bisa Festival 2026 berlangsung pada 18 September hingga 10 Oktober 2026 melalui rangkaian kegiatan daring dan luring. Kegiatan daring meliputi IG Live Mental Health bertema 'Pause Without Guilt: Berani Istirahat Tanpa Rasa Bersalah' pada 18 September 2026, IG Live Self Improvement bertema 'Slow Growth is Still Growth: Berani Melambat, Tetap Bertumbuh' pada 19 September 2026, serta Webinar Career bertema 'In This Economy: Bagaimana Cara Membangun Karier Sesuai Kemampuan Kita?' pada 20 September 2026.

Rangkaian festival kemudian mencapai puncaknya melalui kegiatan luring bertajuk The Day pada 10 Oktober 2026 di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Dalam Webinar Career, Puan Bisa mengajak peserta mengenali kemampuan dan kondisi diri sebelum menentukan arah karier. Bersama Clara Mia Devira Simarmata, Founder praktikdokter.com sekaligus Career Educator, peserta mempelajari strategi pengembangan keterampilan, networking, personal branding, serta pemanfaatan pengalaman untuk mendukung perjalanan karier.
 


Pembahasan dilanjutkan melalui Career Planning Workbook yang menjadi panduan bagi peserta untuk merefleksikan tujuan karier jangka pendek dan panjang, menentukan prioritas pengembangan diri, serta menyusun langkah konkret. Clara juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental selama proses pencarian kerja.

"Tetap jaga mental kalian di tengah lelah mencari pekerjaan," pesannya dalam webinar pada Minggu, 20 September 2026.

Semangat mengenali kebutuhan diri dan menentukan langkah secara lebih sadar berlanjut dalam kegiatan luring Puan Bisa Festival 2026 pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia, kegiatan bertema 'Brave to Step Back: RISE' ini menghadirkan talkshow bersama Gina Sinaga, Adult Clinical Psychologist di Indopsycare sekaligus Director of Research and Development, serta workshop bersama Resti Nur Hilmawati, Clinical Psychologist dan Associate Psychologist di Yayasan Putih.

Kedua sesi tersebut mengajak peserta memaknai pertumbuhan personal dan mengambil keputusan yang lebih selaras dengan kebutuhan diri.

Dalam talkshow 'Not All Growth Looks the Same: Understanding Your Version of Enough', Gina membahas pentingnya mengenali kapasitas dan keunggulan diri sebelum menentukan langkah. Pembahasan tersebut mencakup analisis SWOT dan pemahaman terhadap beragam bentuk kecerdasan atau multiple intelligences.

Gina juga mengajak peserta membangun prinsip dan integritas dalam menghadapi tekanan sosial serta melakukan refleksi berkala untuk menghargai proses dan pencapaian diri.

"Setiap tahun, usahakan selalu ada momen refleksi sama diri sendiri," pesannya.
 

Perspektif tersebut berlanjut dalam workshop 'Slow Down to Level Up: Aligning Your Path with RISE' bersama Resti Nur Hilmawati. Workshop ini mengangkat tantangan hustle culture dan pentingnya mengambil jeda secara sadar atau intentional pause.

Resti mengajak peserta mengevaluasi kembali tujuan dan kondisi diri sebelum merespons situasi atau mengambil keputusan. Ia merangkum pendekatan tersebut melalui pesan, "Untuk mengatasi brain fog, kita harus recharge and check maps."

Peserta kemudian diajak menerapkan pendekatan tersebut melalui framework RISE, yang terdiri atas Reflect Your Pace, Inclusive Self-Understanding, Strategize Intentionally, dan Evolve Sustainably. Melalui worksheet refleksi, peserta mengeksplorasi kondisi dan nilai personal, mempertimbangkan langkah yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing, serta mengidentifikasi kebiasaan kecil untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Melalui Puan Bisa Festival 2026, perempuan muda diajak memaknai pertumbuhan bukan sekadar dari seberapa jauh mereka melangkah, tetapi juga dari seberapa sadar mereka menentukan arah.

Dini Aulia, Project Manager Puan Bisa Festival 2026 sekaligus Chief of People Officer Puan Bisa, berharap setiap perempuan dapat mengambil keputusan berdasarkan nilai, prinsip, dan integritas yang diyakininya, bukan semata-mata karena tuntutan atau ekspektasi sosial.

"Berani mengambil jeda bukan berarti berhenti bertumbuh. Justru, dengan memahami diri dan apa yang benar-benar kita butuhkan, kita dapat melangkah kembali dengan lebih sadar dan selaras dengan nilai yang kita pegang," menjadi pesan yang merangkum semangat Brave to Step Back: RISE.

(Patrick Pinaria)