Ilustrasi. Foto: Dok istimewa
10 Negara dengan Utang IMF Terbesar 2026, Argentina Paling Tinggi
Eko Nordiansyah • 19 October 2026 13:50
Jakarta: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) merupakan lembaga keuangan internasional yang menyediakan pembiayaan bagi negara anggota yang menghadapi tekanan neraca pembayaran, termasuk kekurangan devisa. Pinjaman tersebut bertujuan membantu negara memulihkan stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
Sejumlah negara masih memiliki kewajiban kredit kepada IMF pada 2026. Berdasarkan data IMF mengenai Total IMF Credit Outstanding per 16 Oktober 2026, Argentina menjadi negara dengan saldo kredit IMF terbesar, yakni sekitar USD56,8 miliar atau setara Rp1.024 triliun.
Posisi tersebut menempatkan Argentina jauh di atas negara-negara lain dalam daftar peminjam IMF. Ukraina berada di urutan kedua, disusul Pakistan dan Mesir. Sebagai catatan, Ukraina sendiri masih menghadapi perang dengan Rusia sejak invasi skala penuh pada Februari 2022. Konflik berkepanjangan tersebut turut menekan perekonomian dan meningkatkan kebutuhan pembiayaan negara.
10 negara dengan utang IMF terbesar pada 2026
Berikut daftar 10 negara dengan saldo kredit IMF terbesar berdasarkan data per 16 Oktober 2026.- Argentina: SDR 41.968.666.667 / USD 56,9 miliar (sekitar Rp1.027,7 triliun).
- Ukraina: SDR 10.504.705.837 / USD 14,2 miliar (sekitar Rp257,2 triliun).
- Pakistan: SDR 7.879.183.338 / USD 10,7 miliar (sekitar Rp192,9 triliun).
- Mesir: SDR 7.861.227.527 / USD 10,7 miliar (sekitar Rp192,5 triliun).
- Ekuador: SDR 6.913.291.680 / USD 9,4 miliar (sekitar Rp169,3 triliun).
- Pantai Gading: SDR 4.143.977.044 / USD 5,6 miliar (sekitar Rp101,5 triliun).
- Ghana: SDR 2.891.340.000 / USD 3,9 miliar (sekitar Rp70,8 triliun).
- Bangladesh: SDR 2.868.796.000 / USD 3,9 miliar (sekitar Rp70,2 triliun).
- Kenya: SDR 2.826.240.068 / USD 3,8 miliar (sekitar Rp69,2 triliun).
- Republik Demokratik Kongo: SDR 2.426.925.004 / USD 3,3 miliar (sekitar Rp59,4 triliun).

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Bagaimana dengan utang Indonesia?
Indonesia tidak tercantum dalam daftar negara yang memiliki saldo kredit IMF yang masih terutang per 16 Oktober 2026. Dengan demikian, tidak ada saldo kredit IMF berjalan yang tercatat untuk Indonesia dalam data tersebut.Namun, kondisi tersebut tidak berarti Indonesia tidak memiliki utang luar negeri. Data kredit IMF hanya mencatat pembiayaan yang masih terutang kepada lembaga tersebut, bukan pinjaman dari seluruh kreditur, seperti pemerintah negara lain, lembaga multilateral, perbankan, maupun pemegang surat utang.
Utang IMF di kawasan Asia Tenggara
Di kawasan Asia Tenggara, Myanmar tercatat masih memiliki saldo kredit IMF. Berdasarkan data per 16 Oktober 2026, nilainya mencapai SDR146,42 juta, setara sekitar USD198 juta atau Rp3,6 triliun.Sementara itu, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya yang tidak tercantum dalam daftar kreditur-peminjam aktif tersebut tidak memiliki saldo kredit IMF berjalan yang ditampilkan dalam data pada tanggal yang sama.
Perlu dicatat, tidak tercatatnya suatu negara sebagai peminjam aktif IMF bukan berarti negara tersebut bebas dari utang luar negeri. Utang kepada IMF merupakan salah satu bagian dari pembiayaan eksternal, sedangkan total kewajiban suatu negara juga dapat berasal dari penerbitan obligasi, pinjaman bilateral, lembaga keuangan internasional lainnya, serta kreditur swasta. (Selsha Septifanie Gunawan)