Ilustrasi-kekeringan. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/nym.
7 Kabupaten di Jateng Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis
Lukman Diah Sari • 12 October 2026 13:54
Purwokerto: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan tujuh kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) berstatus Awas kekeringan meteorologis pada Dasarian II Oktober atau periode 11-20 Oktober 2026. Berdasarkan peta peringatan dini BMKG, tujuh kabupaten berstatus Awas tersebut meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Jepara, Pati, Rembang, dan Wonogiri.
Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jateng, Goeroeh Tjiptanto, mengatakan status Awas merupakan tingkat peringatan tertinggi dalam pemetaan dini kekeringan meteorologis. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai ancaman kekeringan di sejumlah wilayah, meski potensi hujan mulai terlihat.
"Masa transisi musim berlangsung bertahap," kata Goeroeh di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin, 12 Oktober 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
BMKG Tetapkan Seluruh Wilayah DIY Berstatus Awas Kekeringan
Selain itu, BMKG menetapkan 16 daerah berstatus Siaga, yakni Kota Tegal, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kota Surakarta, Kabupaten Purworejo, Magelang, Semarang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Demak, dan Kudus.Adapun lima wilayah dengan status Waspada meliputi Kota Semarang, Kabupaten Cilacap, Kebumen, Temanggung, dan Kendal. Sementara itu, daerah lain di Jateng tidak masuk kategori peringatan dini karena diprakirakan segera memasuki masa transisi pada Dasarian II Oktober 2026.
BMKG memprakirakan awal musim hujan 2026/2027 di Jateng akan terjadi secara bertahap, terutama pada November hingga Desember 2026. Perbedaan waktu ini dipengaruhi oleh kondisi iklim di masing-masing wilayah.

Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di wilayah Jawa Tengah periode 11-20 Oktober atau dasarian II Oktober 2026. ANTARA/HO-BMKG
Sebagian daerah diprakirakan memasuki musim hujan pada awal November 2026, seperti sebagian besar Wonosobo, timur Banjarnegara, serta sebagian kecil Temanggung, Kebumen, Banyumas, Brebes, Pemalang, Purbalingga, dan Tegal. Sebaliknya, wilayah Jepara, Pati, Rembang, dan sebagian kecil Demak diprakirakan baru memasuki musim hujan pada pertengahan Desember 2026.
Goeroeh mencatat awal musim hujan di seluruh zona musim di Jateng mengalami kemunduran jika dibandingkan dengan kondisi normal berdasarkan periode klimatologis 1991–2020. Ia juga mengingatkan bahwa hujan yang turun sesekali belum tentu menandakan musim hujan telah dimulai.
"Masyarakat dan pemerintah daerah diharapkan tetap mengantisipasi dampak kekeringan, terutama terhadap ketersediaan air bersih dan kebutuhan sektor pertanian, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa transisi," pungkas Goeroeh.