Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal saat menerima audiensi dari serikat buruh di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (29/9/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Pimpinan DPR Terima Audiensi Perwakilan Serikat Buruh
Siti Yona Hukmana • 29 September 2026 15:48
Jakarta: Pimpinan DPR RI menerima audiensi dari sejumlah perwakilan serikat buruh yang menggelar penyampaian aspirasi di depan kompleks parlemen, Jakarta, Selasa, 29 September 2026. Adapun, massa buruh membawa isu terkait Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perlindungan Ketenagakerjaan.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa memastikan aspirasi yang disampaikan oleh para buruh akan ditindaklanjuti oleh DPR RI dalam pembahasan RUU tersebut. Saat ini, kata dia, DPR RI memang tengah membahas RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang sudah masuk ke tingkat panitia kerja (panja).
"Nanti Pak Cucun (Wakil Ketua DPR RI) akan menyampaikan lebih jelas lagi di Panja RUU Perlindungan Tenaga Kerja yang sekarang memang sedang berlangsung di Komisi IX," kata Saan saat menerima audiensi sejumlah serikat buruh di kompleks parlemen, Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 29 September 2026.
Sementara itu, perwakilan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) Sunarno, menyampaikan pihaknya belum mendapatkan informasi perkembangan pembahasan setelah DPR RI menerbitkan draf RUU tersebut. Pasalnya, dia menilai RUU itu masih tidak jauh berbeda dengan Omnibus Law UU Cipta Kerja.
.jpeg)
Massa buruh mulai memadati jalan untuk menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR. Foto: Metrotvnews.com/Azri.
Maka dari itu, dia menyampaikan KBPBI tetap hendak memperjuangkan aspirasi dari kaum buruh agar bisa diakomodir dalam RUU tersebut. Di antaranya soal permasalahan sistem pekerja kontrak, pengupahan, dan hal-hal lainnya yang dinilai mengeksploitasi buruh.
Selain itu, dia mendengar kabar bahwa RUU itu akan disahkan pada 6 atau 7 Oktober 2026. Dengan waktu yang singkat itu, dia mengharapkan usulan buruh bisa hadir dalam RUU itu ketika disahkan.
"Karena kami hanya ingin menyampaikan aspirasi atau tuntutan kami yang memang sudah bertahun-tahun menjadi polemik di kaum-kaum buruh, kaum-kaum pekerja," kata Sunarno yang juga Ketua Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).