Menlu Prancis Respons Trump soal Demo Pelajar yang Dikaitkan dengan Islam

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot. (Anadolu Agency)

Menlu Prancis Respons Trump soal Demo Pelajar yang Dikaitkan dengan Islam

Muhammad Reyhansyah • 7 October 2026 16:30

Paris: Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengaitkan isu Islam dan migran dengan demonstrasi pelajar yang berlangsung di Prancis sejak beberapa hari terakhir.

Menurut laporan stasiun televisi Prancis, BFMTV, Selasa, 6 Oktober 2026, Barrot menegaskan Paris harus membangun narasinya sendiri mengenai situasi tersebut.

“Jika kita tidak menulis cerita kita sendiri, orang lain yang akan menuliskannya untuk kita,” kata Barrot, dikutip dari Anadolu.

Ia memperingatkan Prancis agar tidak membiarkan dirinya “menanggung cerita orang lain."

Pernyataan Barrot disampaikan setelah Trump mengaitkan demonstrasi pelajar di Prancis dengan Islam dan apa yang disebutnya sebagai “migrasi massal yang tak terkendali."

“Apa yang terjadi di Prancis tidak lain adalah migrasi massal yang tidak terkendali. Ini bukan soal sekolah, ini soal Islam yang ingin mengambil alih negara yang pernah besar!” tulis Trump di platform Truth Social.

Demo Meluas di Prancis

Pernyataan Trump muncul ketika puluhan ribu pelajar, guru, dan demonstran lainnya turun ke jalan di berbagai wilayah Prancis. Mereka memprotes sejumlah persoalan, termasuk memburuknya infrastruktur sekolah, kekurangan guru, ruang kelas yang terlalu padat, serta pendanaan pendidikan.

Barrot mengatakan “rival, lawan, dan mitra” Prancis berupaya menafsirkan gerakan tersebut “dengan cara mereka masing-masing”.

Demonstrasi semakin meluas dalam beberapa hari terakhir. Aksi menyebar ke berbagai wilayah dan bentrokan dilaporkan terjadi di sejumlah kota.

Kementerian Dalam Negeri Prancis mengatakan 488 orang ditangkap pada Selasa terkait demonstrasi tersebut. Sebanyak 43 aparat penegak hukum juga dilaporkan terluka.

Aksi yang awalnya berangkat dari tuntutan terkait kondisi dan sumber daya sekolah itu kini berkembang menjadi salah satu mobilisasi pelajar terbesar di Prancis dalam beberapa dekade. Menurut otoritas setempat, sekitar 450.000 orang ikut dalam demonstrasi tersebut.

Baca juga: Trump Kaitkan Protes Pelajar Prancis dengan Isu Migrasi Massal Tak Terkendali

(Willy Haryono)