Christa Pike selamat setelah jalani dua kali suntikan mati. Foto: BBC
Terpidana Mati AS Sadar dan Bisa Bicara Usai Eksekusi yang Gagal
Fajar Nugraha • 7 October 2026 07:47
Nashville: Christa Pike, terpidana mati asal Tennessee, Amerika Serikat (AS) dalam keadaan sadar dan mampu berbicara hampir seminggu setelah eksekusi yang gagal menyebabkannya terluka parah dan sempat bergantung pada ventilator, demikian disampaikan oleh pengacaranya pada Selasa 6 Oktober.
“Pike, 50 tahun, masih dirawat di rumah sakit dan menjalani perawatan medis setelah selamat dari dua dosis pentobarbital dalam upaya eksekusi yang gagal pada 30 September di Nashville,” ungkap pengacara Pike, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 7 Oktober 2026.
"Prognosisnya masih belum jelas, namun setidaknya kami memperkirakan proses pemulihan yang panjang,” imbuhnya.
Para pengacara menyebutkan bahwa Pike mengalami "kerusakan parah" pada lengannya dan tangannya masih diborgol ke ranjang rumah sakit.
Pike dibawa ke rumah sakit setelah eksekusi yang gagal tersebut dan menjalani perawatan usai dipindahkan dari ruang eksekusi. Pengacaranya mengatakan bahwa ia sempat dipasangi ventilator, namun kini sudah sadar dan bisa berbicara.
"Kami sangat berterima kasih kepada petugas tanggap darurat dan tim medis di rumah sakit yang memperlakukan Christa layaknya manusia dan memberikan perawatan luar biasa kepadanya," kata pihak pengacara.
Mereka menyatakan bahwa proses pemulihannya masih berlangsung dan prognosis jangka panjangnya belum diketahui.
Pike, satu-satunya perempuan dalam daftar terpidana mati di Tennessee, dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan Colleen Slemmer, yang saat itu berusia 19 tahun, pada tahun 1995.