AOASO perkenalkan 25 rekomendasi penanganan obesitas di AOCO 2026. Foto: dok istimewa.
Obesitas Bukan Sekadar Berat Badan, Ini Rekomendasi Penanganannya
Ade Hapsari Lestarini • 17 October 2026 10:27
Jakarta: Asia-Oceania Association for the Study of Obesity (AOASO) memperkenalkan 25 position statements atau pernyataan posisi mengenai diagnosis dan farmakoterapi obesitas dalam Asia-Oceania Conference on Obesity 2026 (AOCO 2026).
Pernyataan tersebut disusun untuk mendukung penanganan obesitas yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan perbedaan kondisi klinis, budaya, dan akses layanan kesehatan di kawasan Asia-Oseania.
"Kami memahami negara-negara di kawasan Asia-Pasifik memiliki perbedaan etnis, kondisi klinis, serta akses terhadap fasilitas kesehatan dan pengobatan," ungkap President AOASO (2022–2026) Kyoung-Kon Kim, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Menurut pria yang akrab disapa Profesor Leonard ini menjelaskan, tidak semua pasien memiliki akses terhadap fasilitas pemeriksaan canggih seperti MRI atau DXA, maupun obat-obatan obesitas dengan harga yang terjangkau. Oleh karena itu, diperlukan panduan yang fleksibel dan dapat diterapkan sesuai dengan kondisi serta ketersediaan fasilitas kesehatan di masing-masing negara.
"Dalam memahami obesitas, kita perlu kembali pada definisi dasarnya, yaitu kelebihan lemak tubuh, bukan sekadar kelebihan berat badan. Indeks massa tubuh (IMT) saja tidak cukup untuk menentukan kondisi seseorang. Kita juga perlu mempertimbangkan lingkar pinggang, rasio lingkar pinggang terhadap pinggul, serta kondisi klinis pasien. Seseorang bisa saja memiliki IMT normal, tetapi mengalami kelebihan lemak tubuh dan memiliki risiko gangguan kesehatan seperti pradiabetes atau hipertensi," jelas dia.
AOCO 2026 merupakan konferensi AOASO yang diselenggarakan bersama The 13th National Obesity Symposium. Dalam sesi bertajuk "2026 AOASO Position Statements on Obesity Diagnosis and Pharmacotherapy", rangkaian acara juga mencakup tanggapan dari perwakilan member societies dan anggota komite, sesi tanya jawab, serta signing ceremony.
Perwakilan member societies AOASO dari negara-negara anggota menandatangani 25 position statements tersebut, dengan Indonesia diwakili oleh ISSOM. Adapun pernyataan-pernyataan tersebut mencakup sejumlah area, yaitu diagnosis, staging, farmakoterapi, perawatan jangka panjang, aspek peri-prosedural, dukungan gaya hidup, kesenjangan penelitian, dan perawatan komprehensif.

President AOASO (2022–2026) Kyoung-Kon Kim. Foto: dok istimewa.
Pendekatan yang lebih komprehensif terhadap obesitas
Melalui 25 position statements ini, AOASO ingin mendorong pendekatan yang lebih komprehensif terhadap obesitas, mulai dari diagnosis dan penentuan tahap hingga farmakoterapi dan perawatan jangka panjang. Penyusunan bersama member societies dari berbagai negara juga membantu menghadirkan perspektif kawasan Asia-Oseania dalam penanganan obesitas.
"Penanganan obesitas juga tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis terapi, termasuk obat-obatan. Pengobatan merupakan salah satu bagian dari pendekatan yang komprehensif, yang juga mencakup perbaikan pola makan, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku. Terlebih lagi, obesitas membutuhkan penanganan jangka panjang. Keberhasilan terapi bukan semata-mata diukur dari seberapa cepat seseorang menurunkan berat badan, melainkan dari kemampuannya mempertahankan perubahan gaya hidup sehat secara berkelanjutan," papar Chairman Organizing Committee AOCO 2026, Farid Kurniawan.
Sementara itu, dr. Gaga Irawan Nugraha yang merupakan Committee Members menuturkan upaya pencegahan obesitas juga perlu mempertimbangkan kebiasaan dan budaya masyarakat setempat. Menurutnya, membangun gaya hidup sehat bukan hanya menjadi tanggung jawab individu dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah, masyarakat, serta berbagai pihak terkait.
"Kita juga perlu menghormati budaya dan kebiasaan makan di setiap negara, termasuk Indonesia. Tantangannya adalah bagaimana menemukan cara untuk membuat pola makan sehari-hari menjadi lebih sehat tanpa mengabaikan budaya setempat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengurangi konsumsi gula sederhana dan lemak trans. Pada akhirnya, membangun gaya hidup sehat bukan hanya tanggung jawab individu atau tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait," kata dia.
AOCO 2026 yang berlangsung pada 15-18 Oktober 2026 bertujuan mempertemukan peneliti, klinisi, tenaga kesehatan masyarakat, dan pembuat kebijakan untuk berbagi bukti ilmiah terkini serta solusi praktis dalam penanganan obesitas.
Program ilmiah konferensi ini mencakup berbagai topik, mulai dari patofisiologi, farmakoterapi, intervensi bedah dan nonbedah, kedokteran perilaku, kesehatan digital, hingga kebijakan kesehatan. Konferensi ini juga memberikan ruang bagi peneliti di awal karier dan beragam perspektif dari negara-negara di kawasan Asia-Oseania.
Sebagai tuan rumah, panitia penyelenggara berharap AOCO 2026 tidak hanya menjadi forum ilmiah yang berkualitas, tetapi juga wadah kolaborasi yang mendorong pertukaran pengetahuan, pembentukan kemitraan baru, serta penguatan jejaring profesional yang berkelanjutan di kawasan Asia-Oseania.