Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana. Foto: tangkapan layar YouTube OJK TV.
OJK Waspadai Persaingan Bunga Deposito Jelang Akhir Tahun
Andika Fauzan Azhari • 5 November 2026 22:25
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mencermati persaingan penghimpunan dana di industri perbankan, terutama menjelang akhir tahun. Persaingan tersebut mendorong kenaikan suku bunga deposito yang berdampak pada meningkatnya biaya dana atau cost of fund perbankan.
Kenaikan biaya dana memberikan tekanan terhadap margin intermediasi perbankan karena mempersempit selisih antara suku bunga kredit dan suku bunga Dana Pihak Ketiga (DPK).
"OJK senantiasa mencermati dinamika persaingan penghimpunan dana di industri perbankan, khususnya menjelang akhir tahun," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana, dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis, 5 November 2026.
Per september 2026, Net Interest Margin (NIM) industri perbankan Indonesia tercatat mengalami penurunan ke 4,29 persen dibandingkan 4,58 persen pada periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Ilustrasi Gedung OJK. Foto: dok MI.
Profitabilitas perbankan masih terjaga
Meskipun terdapat tekanan terhadap margin intermediasi, Dian mengatakan profitabilitas perbankan masih terjaga. Per september 2026, laba bersih perbankan Indonesia tumbuh 6,52 persen dan return on asset (ROA) berada pada level 2,43 persen.
"Meskipun terdapat tekanan terhadap margin intermediasi, secara umum pertahanan profitabilitas perbankan masih tetap terjaga," tambah Dian.
Ia mengatakan, kemampuan industri perbankan dalam menghasilkan laba secara keseluruhan masih relatif baik. Namun, OJK memperkirakan tekanan terhadap margin bunga perbankan berpotensi berlanjut dalam jangka waktu pendek.