Ilustrasi emas. Foto: Pixabay
Waspadai Koreksi Sebelum Naik, Begini Prediksi Harga Emas Pekan Depan
Eko Nordiansyah • 7 August 2026 11:28
Jakarta: Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan tren penguatan pada perdagangan di pekan depan. Berdasarkan analisis terbaru dari Dupoin Futures, momentum bullish pada logam mulia masih terjaga meskipun harga saat ini telah memasuki area resistance yang berpotensi memicu koreksi jangka pendek.
Menurut analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, peluang kenaikan masih terbuka selama struktur tren utama tetap bertahan, sehingga koreksi yang terjadi dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk mencari posisi beli pada level harga yang lebih menarik.
Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, emas (XAUUSD) pada time frame Daily masih bergerak dalam tren bullish yang cukup kuat. Kenaikan harga yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa buyer masih mendominasi pasar.
"Namun, setelah reli yang cukup agresif, harga kini telah berada di area resistance sehingga potensi aksi ambil untung atau profit taking mulai meningkat. Kondisi tersebut dinilai wajar dalam sebuah tren naik dan tidak serta-merta mengubah arah pergerakan utama menjadi bearish," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Geraldo menjelaskan, trader sebaiknya tidak terburu-buru mengejar harga pada level yang sudah tinggi. Dalam kondisi seperti saat ini, strategi yang lebih bijak adalah menunggu koreksi menuju area support sebelum kembali membuka posisi beli. Menurutnya, area 4.179 menjadi support terdekat yang layak diperhatikan karena berpotensi menjadi titik munculnya kembali tekanan beli.
Dupoin Futures menambahkan bahwa peluang pembelian akan semakin menarik apabila harga berhasil membentuk swing low di sekitar area support tersebut. Terbentuknya swing low akan menjadi konfirmasi bahwa tekanan jual mulai mereda dan buyer kembali mengambil alih kendali pasar. Selama skenario tersebut terjadi, prospek kenaikan harga emas (XAUUSD) dinilai masih tetap positif.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Unplash)
Tren emas masih mengarah ke atas
Meskipun terdapat peluang koreksi dalam jangka pendek, Dupoin Futures menilai bahwa arah tren utama masih mengarah ke atas. Selama harga mampu bertahan di atas area support penting dan tidak terjadi perubahan struktur tren, target kenaikan berikutnya masih berada di area resistance 4.331."Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan momentum beli yang kuat, maka peluang penguatan diperkirakan berlanjut menuju 4.382, yang menjadi target resistance selanjutnya," ujar dia.
Menurut Dupoin Futures, pola pergerakan seperti ini cukup umum terjadi dalam tren bullish. Harga biasanya mengalami jeda atau koreksi sesaat sebelum melanjutkan kenaikan berikutnya. Oleh karena itu, investor disarankan untuk lebih fokus pada struktur tren dibandingkan pergerakan jangka pendek yang cenderung fluktuatif.
Dari sisi fundamental, Dupoin Futures melihat bahwa harga emas (XAUUSD) masih memperoleh dukungan dari meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven. Menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat, sebagian besar investor memilih bersikap lebih defensif dengan meningkatkan alokasi dana ke aset yang dinilai lebih aman, termasuk emas. Situasi ini berpotensi menjaga momentum penguatan logam mulia sepanjang perdagangan.
Selain faktor safe haven, pelemahan harga minyak dunia juga menjadi salah satu sentimen yang menopang harga emas (XAUUSD). Penurunan harga energi dinilai mampu meredakan sebagian tekanan inflasi sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) memiliki ruang lebih besar untuk melonggarkan kebijakan moneternya apabila kondisi ekonomi mulai melemah.
Faktor penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS
Faktor lain yang turut memberikan dukungan adalah penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield). Ketika yield bergerak turun, daya tarik aset berbunga menjadi berkurang sehingga sebagian investor kembali melirik emas sebagai alternatif investasi. Menurut Dupoin Futures, kondisi ini menjadi salah satu alasan mengapa prospek kenaikan harga emas (XAUUSD) masih tetap terjaga meskipun pasar sedang menunggu data ekonomi penting.Perhatian pelaku pasar kini sepenuhnya tertuju pada rilis data Nonfarm Payrolls (NFP), yang menjadi salah satu indikator utama kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Dupoin Futures menilai bahwa apabila data ketenagakerjaan dirilis lebih rendah dari ekspektasi, maka peluang penurunan suku bunga oleh The Fed akan semakin besar.
"Skenario tersebut berpotensi menekan dolar AS sekaligus mendorong kenaikan harga emas (XAUUSD) menuju target resistance yang telah diproyeksikan," ungkapnya.
Sebaliknya, apabila data NFP menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan, pasar dapat kembali memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS dan membatasi ruang kenaikan emas, sehingga koreksi jangka pendek menjadi lebih mungkin terjadi sebelum tren bullish kembali berlanjut.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan bahwa harga emas (XAUUSD) masih berada dalam tren naik yang solid pada time frame Daily. Meskipun harga saat ini bergerak di area resistance dan berpotensi mengalami koreksi menuju support 4.179, prospek jangka menengah tetap positif selama struktur bullish tetap terjaga.
"Dengan dukungan sentimen safe haven, penurunan imbal hasil obligasi AS, serta peluang perubahan arah kebijakan Federal Reserve setelah rilis data Nonfarm Payrolls, Dupoin Futures menilai bahwa emas (XAUUSD) masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan menuju area 4.331 hingga 4.382 apabila momentum beli kembali meningkat setelah fase koreksi berakhir," kata dia.