Srikandi Jakarta Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

Srikandi Jakarta menggelar kegiatan bertajuk Pilah Sampah dari Rumah di Lobi Rusunawa Pengadegan, Jakarta Selatan (Jaksel). Foto: Istimewa.

Srikandi Jakarta Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

Anggi Tondi Martaon • 18 June 2026 20:38

Jakarta: Kegiatan Gerakan Srikandi Jakarta Peduli Lingkungan bertajuk Pilah Sampah dari Rumah untuk Jakarta Bersih dan Berkelanjutan digelar di Lobi Rusunawa Pengadegan, Jakarta Selatan (Jaksel). Hal itu sebagai upaya membumikan pemilahan sampah di tengah masyarakat.

Ketua Srikandi Jakarta, Nena Syafrudin, menegaskan persoalan sampah tidak hanya menyangkut aspek teknis. Namun, dibutuhkan perubahan perilaku yang harus dimulai dari rumah tangga. 

“Perempuan memiliki posisi strategis sebagai pengelola rumah tangga sekaligus agen perubahan. Karena itu, gerakan menjaga lingkungan harus dimulai dari pemberdayaan perempuan dan penguatan peran keluarga,” kata Nena melalui keterangannya, Kamis, 18 Juni 2026.

Kegiatan yang mengusung tema Perempuan Berdaya, Lingkungan Terjaga, Jakarta Maju dan Berkelanjutan tersebut dihadiri unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen warga seperti RT dan RW, PKK, Dasawisma, Jumantik, Posyandu, dan komunitas masyarakat Kelurahan Pengadegan.

Menurut Nena, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial. Melainkan awal dari gerakan bersama untuk membangun budaya memilah sampah sejak dari rumah. 

“Jika setiap keluarga mulai memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi, maka kita sedang membangun Jakarta yang lebih bersih, lebih sehat, dan lebih berkelanjutan,” ungkap Nena.

Pada kesempatan tersebut, Srikandi Jakarta juga secara resmi meluncurkan Kampung Srikandi Peduli Lingkungan Pengadegan. Diharapkan, hal itu menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan dapat direplikasi di wilayah lain. 

Sosialisasi pemilahan sampah yang dilakukan oleh Srikandi Jakarta. Foto: Istimewa.

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menekankan pentingnya pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.  Melalui kebijakan tersebut, masyarakat didorong untuk memilah sampah menjadi empat kategori, yakni sampah organik, anorganik, bahan berbahaya dan beracun (B3), serta residu. 

DLH DKI Jakarta juga mengingatkan sampah selain residu tidak diperbolehkan masuk ke TPST Bantargebang mulai 1 Agustus 2026. Kebijakan itu sebagai bagian dari upaya pengurangan beban tempat pemrosesan akhir dan penghentian praktik open dumping. 

Dalam sosialisasi tersebut, warga diperkenalkan berbagai metode pengolahan sampah organik, seperti LOSIDA (Lodong Sisa Dapur), tong komposter, biopori jumbo, hingga metode TEBA Modern, serta penguatan peran bank sampah dalam mendukung ekonomi sirkular. 

Srikandi Jakarta menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Kecamatan Pancoran, dan Kelurahan Pengadegan atas kolaborasi yang telah terbangun.  Melalui kegiatan ini, Srikandi Jakarta berharap lahir kader-kader lingkungan yang menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat. Serta, memperkuat budaya gotong royong dalam menjaga kebersihan lingkungan. 

“Jakarta yang maju tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui budaya peduli lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat. Menjaga lingkungan bukanlah beban, melainkan investasi bagi masa depan anak-anak dan generasi yang akan datang,” ujar Nena.

Srikandi Jakarta merupakan organisasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan dan penguatan partisipasi masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk lingkungan hidup. Melalui berbagai program kolaboratif, Srikandi Jakarta mendorong lahirnya gerakan masyarakat yang berkelanjutan demi mewujudkan Jakarta yang bersih, sehat, dan maju.

(Anggi Tondi)