PM Israel Benjamin Netanyahu. (Anadolu Agency)
Netanyahu Tegaskan Tolak Negara Palestina di Gaza dan Tepi Barat
Willy Haryono • 23 August 2026 11:45
Tel Aviv: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tidak akan mengizinkan berdirinya negara Palestina di Gaza maupun Tepi Barat selama dirinya masih menjabat.
"Selama saya masih menjabat sebagai perdana menteri, tidak akan ada negara Palestina yang dikendalikan Iran, baik di Gaza maupun di Yudea dan Samaria," ujar Netanyahu pada Sabtu, 22 Agustus 2026, sebagaimana dilansir Anadolu.
Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu sebagai respons terhadap Ketua United Arab List Mansour Abbas yang sebelumnya mengatakan bahwa Palestina telah diakui sebagai negara oleh hampir seluruh dunia.
Dalam konferensi umum partainya di Kota Tayibe, Abbas menegaskan bahwa rekonsiliasi damai antara Palestina dan Israel tetap menjadi salah satu agenda utama kelompoknya.
"Negara Palestina sudah ada, dan dunia mengakuinya," kata Abbas. Ia juga menyerukan agar Amerika Serikat (AS) dan Israel mengakui Palestina sebagai sebuah negara.
Pernyataan Netanyahu mengenai negara Palestina muncul di tengah persaingan politik yang semakin ketat menjelang pemilu parlemen Israel pada 27 Oktober.
Menurut jajak pendapat Channel 13 yang dirilis 19 Agustus, koalisi Netanyahu yang terdiri dari partai-partai sayap kanan dan ultra-Ortodoks diproyeksikan memperoleh 51 kursi di parlemen.
Proyeksi tersebut masih 10 kursi di bawah ambang batas yang dibutuhkan untuk membentuk pemerintahan mayoritas.
Partai Likud yang dipimpin Netanyahu saat ini memiliki 32 kursi. Namun, dukungannya dalam sejumlah jajak pendapat dilaporkan menurun, dengan survei terbaru bahkan memproyeksikan partai tersebut hanya memperoleh sekitar 20 kursi.
Kondisi tersebut membuat posisi Netanyahu menjelang pemilu semakin mendapat sorotan, terutama terkait kebijakan pemerintahannya mengenai perang Gaza dan isu pembentukan negara Palestina. (Razaqa Hariz)
Baca juga: Mantan PM Naftali Bennett Sebut Israel Telah Kehilangan AS dan Dunia