Gonzaga Festival 2026 mengangkat tema perjuangan dan harapan sekaligus menyoroti tantangan dunia pendidikan. (Metrotvnews.com)
Gonzaga Festival 2026 Soroti Tantangan AI dan Harapan Dunia Pendidikan
Willy Haryono • 19 September 2026 14:36
Jakarta: SMA Kolese Gonzaga kembali menggelar Gonzaga Festival atau GonzFest pada 2026, dengan mengangkat tema “Menembus Rintangan, Mengejar Harapan."
Festival tahunan ini menjadi ruang bagi para siswa untuk menampilkan kreativitas sekaligus merefleksikan berbagai tantangan dalam dunia pendidikan.
Rangkaian pembukaan Gonzaga Festival 2026 digelar pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan diawali dengan upacara dan dilanjutkan dengan berbagai penampilan siswa, mulai dari tari, pertunjukan musik dan vokal, hingga olahraga.
Sejumlah lagu dibawakan dalam pertunjukan musik, termasuk Bohemian Rhapsody. Sementara dari bidang olahraga, siswa menampilkan kemampuan mereka melalui ekstrakurikuler bola basket.
Kepala Sekolah SMA Kolese Gonzaga Pater Eduard mengatakan tema festival tahun ini berkaitan dengan simbol perjuangan yang diangkat para siswa melalui gambaran seorang cowboy yang menghadapi berbagai bahaya dalam perjalanan di tengah kondisi padang pasir.
Menurut dia, penggunaan simbol tersebut bukan sekadar untuk memperkenalkan budaya Barat, tetapi mengambil nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya.
“Simbol yang mau diangkat itu adalah simbol perjuangan,” ujar Pater Eduard.
Ia menilai nilai perjuangan tersebut relevan dengan kondisi dunia pendidikan saat ini yang menghadapi berbagai tantangan. Tantangan tersebut tidak hanya dihadapi institusi pendidikan, tetapi juga para siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Tantangan Pendidikan di Era AI
Salah satu tantangan yang disoroti Pater Eduard adalah semakin mudahnya siswa memperoleh informasi dari berbagai sumber dan aplikasi berbasis artificial intelligence (AI).“Sekarang kita hadapi banyak sekali tantangan, banyak sekali informasi-informasi yang bisa mereka dapatkan di mana pun juga,” katanya.
Menurut Pater Eduard, perkembangan teknologi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai posisi institusi pendidikan ketika berbagai informasi yang sebelumnya diperoleh melalui pendidikan formal kini dapat diakses melalui beragam sumber.
“Pertanyaannya masih butuhkah institusi pendidikan kalau segala hal yang biasanya disampaikan, informasi-informasi yang disampaikan itu sudah tersampaikan di dalam berbagai wahana, dalam berbagai aplikasi yang berbasis artificial intelligence,” ujarnya.
Ia melihat perkembangan AI sebagai tantangan baru bagi dunia pendidikan. Namun, pada saat yang sama, teknologi tersebut juga dapat menjadi bagian dari harapan.
“Nah ini menurut kami sebuah tantangan yang baru. Tantangan juga sekaligus juga harapan,” kata Pater Eduard.
Dalam konteks tersebut, tema “Menembus Rintangan, Mengejar Harapan” tidak hanya menjadi tema kegiatan, tetapi juga menggambarkan tantangan yang dihadapi komunitas pendidikan dalam merespons perubahan teknologi.
Gonzaga Festival 2026 menjadi bagian dari upaya komunitas SMA Kolese Gonzaga untuk terus bergerak menghadapi berbagai tantangan sekaligus menjaga harapan. (Razaqa Hariz)
Baca juga: AI Ditekankan Mesti Berdampak pada Penciptaan Lapangan Kerja