Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta. Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Polisi Pastikan SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Aman dari Teror Bom
Fachri Audhia Hafiez • 13 July 2026 18:38
Jakarta: Tim gabungan dari Gegana, Densus 88 Antiteror Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan kondisi SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, aman. Kepastian ini diperoleh setelah petugas melakukan penyisiran menyeluruh di area sekolah pascaadanya ancaman teror bom.
"Dari Gegana, Densus 88, BNPT, kemudian dari anjing pelacak yang kita undang dari kejadian pertama dapat info ya. Nah itu setelah selesai dinyatakan aman," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi di SD Negeri Srengseng Sawah 15 Pagi, Jakarta, dilansir Antara, Senin, 13 Juli 2026.
Nurma menjelaskan bahwa proses sterilisasi dan penyisiran berlangsung selama kurang lebih empat jam. Berdasarkan hasil pemeriksaan intensif tersebut, petugas tidak menemukan adanya benda mencurigakan atau bahan peledak di lingkungan sekolah.
Aktivitas hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi terpaksa langsung dibubarkan. Langkah darurat ini diambil setelah salah seorang guru menerima pesan pribadi berisi ancaman bom saat upacara bendera sedang berlangsung sekitar pukul 07.30 WIB.
Terkait kelanjutan kegiatan belajar mengajar pada Selasa, 14 Juli 2026, pihak kepolisian masih menunggu keputusan bersama dari instansi terkait.

Personel kepolisian berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
“Untuk sementara ini dari Kasudin, kemudian dari pendidikan, dari wali kota masih koordinasi untuk besok, apakah setelah dinyatakan aman bisa masuk sekolah untuk adik-adik,” jelas Nurma.
Guna mengusut tuntas dalang di balik teror ini, penyidik kepolisian telah memeriksa tiga orang saksi, termasuk guru kelas 1 dan staf tata usaha yang menerima pesan ancaman tersebut. Petugas juga mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
“Selain CCTV, kami juga mencari barang bukti dari Gegana, Densus 88, anjing pelacak, dan BNPT yang hadir melakukan pemeriksaan,” ucap Nurma.