Dukung Bali Jadi Lokasi PFII, Danantara: Contek Keberhasilan Dubai

COO BPI Danantara Dony Oskaria. Foto: dok Istimewa.

Dukung Bali Jadi Lokasi PFII, Danantara: Contek Keberhasilan Dubai

Husen Miftahudin • 15 July 2026 11:25

Jakarta: Danantara Indonesia menyatakan kesiapan mendukung pengembangan Bali sebagai lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Inisiatif tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing Indonesia sekaligus meningkatkan peran nasional sebagai salah satu pusat keuangan global.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menegaskan pembangunan PFII tidak hanya berfokus pada kawasan keuangan, tetapi juga pada peningkatan kepercayaan investor internasional terhadap Indonesia.

"PFII bukan sekadar membangun kawasan keuangan, tetapi juga membangun kepercayaan dunia terhadap Indonesia," kata Dony di Jakarta, dikutip dari Antara, Rabu, 15 Juli 2026.

Dony menjelaskan, pemerintah menjadikan Dubai International Financial Centre (DIFC) sebagai acuan pengembangan PFII karena dinilai berhasil mengangkat Dubai menjadi salah satu pusat keuangan terkemuka di dunia.

Menurut dia, DIFC memiliki sejumlah keunggulan, antara lain insentif pajak korporasi hingga nol persen selama 40 tahun, menjadi pusat aktivitas lebih dari 50 ribu profesional, serta dikenal sebagai "Wall Street of MEASA" yang melayani kawasan Middle East, Africa, and South Asia (MEASA).

Melalui penerapan praktik terbaik tersebut, PFII di Bali diharapkan mampu menarik investasi global, memperdalam pasar keuangan domestik, memperluas akses pembiayaan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem keuangan internasional.
 



(Wisma Danantara Indonesia. Foto: dok Danantara)
 

Bahas strategi investasi dan pengembangan ekosistem


Sebagai bagian dari persiapan pengembangan PFII, Dony memimpin rapat bersama Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, jajaran Managing Director, serta Board of Directors (BoD) Danantara.

Pertemuan tersebut membahas strategi investasi, pembangunan ekosistem keuangan berstandar global, serta optimalisasi peran Danantara dalam mendukung pengembangan aset, infrastruktur, dan berbagai layanan pendukung PFII.

"Dengan ekosistem yang kompetitif dan berstandar global, kami ingin menghadirkan lebih banyak investasi yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujar dia.

Melalui sinergi antarpemangku kepentingan, pemerintah berharap PFII di Bali dapat berkembang menjadi magnet investasi internasional. Kehadiran kawasan tersebut juga diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keuangan kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

(Husen Miftahudin)