Konferensi pers Polsek Pesanggrahan soal temuan seorang pria inisial BAS (54) ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak pada kepala di sebuah rumah di Jalan Deplu I RT 001/RW 03, Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026). ANT
Pria di Pesanggarahan Ditemukan Tewas Luka Tembak di Kepala
Siti Yona Hukmana • 10 March 2026 23:44
Jakarta: Seorang pria inisial BAS, 54 ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian kepala dalam sebuah rumah di Jalan Deplu I RT 001/RW 03, Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Maret 2026. Polisi yang menerima informasi langsung mengecek tempat kejadian perkara (TKP).
"Setelah dilakukan tindakan cek TKP, kami langsung melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Polri untuk melaksanakan autopsi, memastikan apakah ada pidana lain yang terjadi," kata Kapolsek Pesanggrahan Kompol Seala Syah Alam dalam konferensi pers di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 10 Maret 2026.
Seala menjelaskan kejadian tersebut pertama kali diketahui warga setelah anjing peliharaan di sekitar lokasi terus menggonggong sejak pagi hari. Salah seorang saksi kemudian mengecek ke sekitar rumah korban dan sempat melihat bagian kaki korban dari arah kamar atau ruang kerja.
Petugas kemudian melakukan pengecekan tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi. Seala menambahkan dari lokasi kejadian petugas menemukan satu senjata api serta tiga airsoft gun, yang kini telah disita untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ilustrasi penembakan. Foto: Medcom.id.
“Untuk senjatanya, kami dari pihak kepolisian tentunya kami berkoordinasi dengan pihak Direktorat Intelkam Polda Metro Jaya Subdit Handak untuk melakukan pengembangan terhadap kepemilikan senjata api tersebut. Karena ini ada beberapa, ada satu senjata api dan tiga airsoft gun,” ungkap polisi wanita (polwan) itu.
Senjata yang ditemukan di lokasi merupakan senjata api kaliber 9 milimeter. Polisi memastikan senjata api tersebut tidak memiliki izin kepemilikan. Pihak kepolisian masih mendalami asal-usul senjata tersebut.
“Ini sedang kami lakukan pendalaman,” kata Seala.