Presiden Uganda Unggul Sementara dalam Pemilu di Tengah Pemadaman Internet

Aparat keamanan berpatroli di jalanan Uganda. (Anadolu Agency)

Presiden Uganda Unggul Sementara dalam Pemilu di Tengah Pemadaman Internet

Willy Haryono • 17 January 2026 15:43

Kampala: Presiden Uganda Yoweri Museveni memimpin perolehan suara sementara dalam pemilihan umum presiden yang digelar Jumat, 16 Januari 2026, di tengah pemadaman internet berskala nasional.

Dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 17 Januari 2026, hasil awal yang dirilis Electoral Commission menempatkan Museveni dengan 75,38 persen suara. Penantang terdekatnya, Robert Kyagulanyi, yang dikenal luas dengan nama Bobi Wine, berada di posisi kedua dengan 20,71 persen suara.

Pada pemilu 2021, Museveni menang dengan 58,6 persen suara, sementara Wine meraih 34,8 persen. Hasil akhir dari kontestasi yang dinilai sarat ketegangan ini diperkirakan diumumkan pada Sabtu. Jika tidak ada kandidat yang memperoleh 50 persen plus satu suara, pemilu akan dilanjutkan ke putaran kedua.

Museveni, yang telah berkuasa sekitar 40 tahun, memperoleh dukungan terutama dari kelompok yang merasa diuntungkan oleh masa pemerintahannya. Dalam kampanye, ia mengusung slogan “Protecting the Gains," dengan menekankan keberlanjutan dan stabilitas. Sementara itu, Wine didukung terutama oleh kalangan muda dan masyarakat perkotaan yang menginginkan perubahan.

Wine mengatakan kepada Anadolu bahwa terdapat kehadiran militer dalam jumlah besar di sekitar kediamannya. Situasi di Kampala dilaporkan relatif tenang namun tegang, dengan kota tampak lengang karena banyak toko tutup.

Tokoh senior partai oposisi Wine, Benjamin Katana, menyebut adanya ketidakjelasan dalam proses penghitungan suara di sejumlah distrik yang telah diumumkan oleh komisi pemilihan. Hal itu, menurutnya, memunculkan pertanyaan terkait integritas proses pemilu.

Ia juga menyampaikan kepada Anadolu adanya intimidasi pemilih, aparat keamanan yang bersikap tidak bersahabat terhadap saksi dari pihak oposisi, serta kegagalan sistematis mesin pemungutan suara biometrik elektronik, yang semuanya menimbulkan kekhawatiran terhadap terselenggaranya pemilu yang bebas dan adil.

Masa kampanye sendiri diwarnai kekerasan yang meluas. Kepala HAM PBB Volker Turk mengecam meningkatnya represi pemerintah terhadap oposisi menjelang pemilu.

Museveni mengatakan pada Kamis bahwa ia juga mengalami gangguan teknis pada mesin pemungutan suara di tempat pemilihannya. Sejumlah pemilih mengaku kepada Anadolu bahwa mereka memberikan suara secara manual akibat kegagalan perangkat tersebut.

Belum jelas apakah gangguan mesin pemungutan suara itu terkait dengan pemadaman internet. Uganda mengalami pemutusan akses internet sejak Rabu, menjelang pemilu umum 15 Januari. Direktur Otoritas Komunikasi Uganda, Nyombi Thembo, menyatakan langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi ancaman terhadap keamanan nasional selama pemilu.

Kelompok hak asasi manusia menuding Museveni memanfaatkan patronase negara untuk mempertahankan kekuasaan. Tuduhan tersebut dibantah Museveni, yang menyatakan kekuasaannya bertumpu pada dukungan rakyat.

Baca juga:  Presiden Tanzania Menang Pemilu di Tengah Kerusuhan dan Tuduhan Kecurangan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)