Sering Diucapkan Saat Lebaran, Ini Arti Minal Aidin Wal Faizin yang Sebenarnya

Ilustrasi freepik

Sering Diucapkan Saat Lebaran, Ini Arti Minal Aidin Wal Faizin yang Sebenarnya

Putri Purnama Sari • 16 March 2026 13:37

Jakarta: Perayaan Hari Raya Idulfitri identik dengan berbagai tradisi, salah satunya adalah mengucapkan kalimat “Minal Aidin wal Faizin” saat bersilaturahmi dengan keluarga, kerabat, maupun teman. Ungkapan ini hampir selalu terdengar setiap Lebaran dan sering disertai dengan ucapan permohonan maaf.

Namun, tidak sedikit masyarakat yang menganggap bahwa Minal Aidin wal Faizin memiliki arti “mohon maaf lahir dan batin”. Padahal, anggapan tersebut sebenarnya kurang tepat dan sudah lama menjadi kesalahpahaman yang umum terjadi di Indonesia.

Lalu, apa sebenarnya makna dari kalimat Minal Aidin wal Faizin? Berikut informasinya.

Arti Minal Aidin Wal Faizin

Mengutip buku Dakwah Cerdas: Ramadan, Idulfitri, Walimatul Hajj dan Iduladha karya Dra. Udji Asiyah, MSi, kalimat minal aidin wal faizin berasal dari bahasa Arab. Meski demikian, ungkapan tersebut tidak begitu populer digunakan oleh masyarakat Arab sebagai ucapan khusus saat Hari Raya Idulfitri.

Secara bahasa, kata “minal aidin” dapat diartikan sebagai golongan orang-orang yang kembali. Sementara itu, “wal faizin” memiliki makna golongan orang-orang yang memperoleh kemenangan.

Jika digabungkan, makna umum dari ungkapan tersebut adalah harapan agar seseorang termasuk dalam golongan yang kembali kepada kesucian atau fitrah serta menjadi orang yang meraih kemenangan setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.
 

Bentuk Kalimat yang Sebenarnya

Pada dasarnya, kalimat minal aidin wal faizin bukanlah ungkapan yang berdiri sendiri. Kalimat tersebut biasanya diawali dengan kata “ja’alanallahu” atau “ja’anallahu”.

Dengan demikian, bentuk kalimat lengkapnya adalah “Ja’alanallahu minal ‘aidin wal faizin”, yang memiliki arti semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang kembali kepada fitrah dan menjadi golongan yang menang.

Makna kemenangan dalam kalimat ini umumnya dimaknai sebagai kemenangan dalam menahan hawa nafsu setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan.

Penjelasan Quraish Shihab

Ulama dan cendekiawan Muslim M. Quraish Shihab juga pernah menjelaskan mengenai makna kalimat ini dalam bukunya Lentera Hati: Kisah dan Hikmah Kehidupan.

Menurutnya, ungkapan tersebut tidak memiliki makna yang benar-benar baku karena tidak secara langsung merujuk pada ayat Al-Quran maupun hadis.

Dalam penjelasannya, kata “aidin” dapat dimaknai sebagai orang yang kembali. Sementara frasa “minal aidin” berarti harapan agar seseorang termasuk golongan yang kembali kepada fitrah.

Fitrah yang dimaksud adalah kondisi kesucian manusia, kembali kepada ajaran agama yang benar, serta kembali kepada nilai-nilai kebaikan.

Adapun kata “faizin” merupakan bentuk jamak dari kata faiz, yang berarti orang yang memperoleh keberuntungan atau kemenangan.

Dengan demikian, ungkapan minal aidin wal faizin dapat dimaknai sebagai doa agar seseorang termasuk orang yang mendapat ampunan dan keridaan Allah SWT, sehingga kelak memperoleh kebahagiaan di akhirat.
 

Apakah Boleh Disambung dengan Mohon Maaf Lahir dan Batin?

Berdasarkan penjelasan tersebut, menggabungkan kalimat minal aidin wal faizin dengan ucapan “mohon maaf lahir dan batin” sebenarnya tidak sepenuhnya tepat secara makna bahasa. Hal ini karena kedua kalimat tersebut memiliki arti yang berbeda.

Namun demikian, penggunaan ungkapan tersebut tetap diperbolehkan karena pada dasarnya minal aidin wal faizin merupakan doa dan harapan baik bagi sesama Muslim setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Oleh karena itu, meskipun maknanya berbeda dengan permohonan maaf, ucapan ini tetap dapat digunakan sebagai bagian dari tradisi silaturahmi saat merayakan Hari Raya Idulfitri.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)