Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Minyak Terseret Turun 2%
Eko Nordiansyah • 20 March 2026 08:36
Houston: Harga minyak turun pada perdagangan awal Jumat, 20 Maret 2026, memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya setelah pejabat AS mengatakan Washington mungkin akan segera mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang sudah berada di laut, sehingga membebaskan lebih banyak pasokan.
Harapan akan adanya deeskalasi dalam perang AS-Israel terhadap Iran juga membebani harga minyak mentah, terutama setelah Washington meminta Israel untuk menahan diri dari serangan di masa mendatang terhadap infrastruktur energi Iran.
Dikutip dari Investing.com, harga minyak Brent berjangka turun dua persen menjadi USD106,48 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka turun 2,1 persen menjadi USD93,56 per barel.
Keduanya menuju kinerja mingguan yang beragam, dengan Brent diperdagangkan naik 3,2 persen, sementara WTI menuju kerugian 3,3 persen.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Unplash)
Brent telah melonjak hingga USD119 per barel pada hari Kamis. Tetapi harga turun dari puncak intraday dan ditutup lebih rendah setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan AS mungkin akan mencabut sanksi terhadap minyak Iran yang sudah berada di laut – sebuah langkah yang menurutnya dapat membebaskan sekitar 140 juta barel pasokan.
Langkah ini kemungkinan bertujuan untuk meredam kenaikan harga minyak, karena meningkatnya gangguan pasokan akibat perang Iran memicu kenaikan tajam harga minyak mentah. Harga minyak telah naik lebih dari 40 persen sejauh ini pada tahun 2026.
Konflik Iran-Israel memanas
Secara terpisah, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Iran tidak memiliki kemampuan untuk memperkaya uranium atau memproduksi rudal balistik, dan bahwa Israel bertindak sendiri dalam menyerang South Pars—ladang gas terbesar di dunia.Serangan itu memicu pembalasan sengit dari Iran, dengan Teheran terlihat menargetkan beberapa lokasi energi di seluruh Timur Tengah pada hari Kamis. Garda Revolusi Iran tidak mengisyaratkan rencana untuk mengurangi serangan mereka.
Iran juga tetap memblokir Selat Hormuz, yang menunjukkan gangguan pasokan yang berkelanjutan di pasar minyak dan gas, terutama untuk Asia.