Ilustrasi transformasi Stasiun Gambir, Jakarta. Foto: Dok. Istimewa.
KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir, Perkuat Akses KA Jarak Jauh
Kautsar Widya Prabowo • 30 August 2026 21:11
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan transformasi Stasiun Gambir secara bertahap. Pengembangan diarahkan untuk memperkuat peran Gambir sebagai gerbang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan meningkatkan integrasi transportasi publik di pusat Jakarta.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan Gambir mempertimbangkan posisi strategis stasiun yang berada di pusat Jakarta. Khususnya dekat dengan kawasan Monas, pemerintahan, perkantoran, hotel, serta ruang publik.
“Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Minggu, 30 Agustus 2026.
Dalam kajian pengembangan New Gambir, KAI menyiapkan konsep stasiun sebagai pusat pengalaman perjalanan yang mengintegrasikan mobilitas, hospitality, hingga aktivitas kawasan. Konsep tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan KA Jarak Jauh dengan KRL, MRT, BRT, serta kawasan Monas.
“Gambir dikembangkan sebagai gerbang KA Jarak Jauh di pusat Jakarta serta bagian dari penguatan akses menuju kawasan strategis,” ucap Anne.
Saat ini, Stasiun Gambir melayani 34 perjalanan KA reguler per hari dengan sekitar 78 aktivitas pemberhentian untuk naik dan turun pelanggan KAJJ. Di sisi lain, jalur layang di kawasan Gambir telah dilintasi Commuter Line lintas Jakarta Kota-Bogor dan Jakarta Kota-Nambo.
Namun, kereta commuter belum melayani naik dan turun penumpang di Stasiun Gambir. Potensi pembukaan layanan Commuter Line di Gambir masih dalam kajian.
“Apabila layanan Commuter Line di Gambir dikembangkan, maka berbagai aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, hingga pola operasi,” kata Anne.

Ilustrasi Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.
Kebutuhan integrasi transportasi di Gambir juga sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat Jabodetabek. Volume perjalanan KRL Jabodetabek meningkat dari 217.964.892 perjalanan pada 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025. Angka tersebut meningkat 58,11 persen dalam tiga tahun.
Sementara itu, Bogor Line menjadi salah satu lintas dengan mobilitas tinggi. Pada 2025, lintas tersebut melayani 153.538.393 perjalanan atau 44,55 persen dari total perjalanan KRL Jabodetabek.
"Karena itu, kesiapan Gambir perlu dilihat sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi, termasuk apabila ke depan terdapat pengembangan layanan Commuter Line di stasiun ini,” kata Anne.