Ilustrasi salat, (MI/Andri Widiyanto)
Salat Istiqsa untuk Memohon Hujan: Niat, Tata Cara, dan Doanya
Putri Purnama Sari • 28 August 2026 05:06
Jakarta: Salat istisqa merupakan salat sunah yang dilakukan umat Islam untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT ketika terjadi kekeringan atau hujan tidak kunjung turun.
Salat ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar dan doa agar Allah SWT memberikan hujan yang membawa manfaat bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan. Selain melaksanakan salat, umat Islam yang melakukan istisqa juga dianjurkan memperbanyak istighfar, bertobat, bersedekah, serta memperbanyak amal kebajikan.
Pengertian Salat Istisqa
Secara bahasa, istisqa berarti meminta hujan. Dengan demikian, salat istisqa adalah salat sunah yang dilakukan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika masyarakat mengalami kekeringan atau kesulitan memperoleh air.
Pelaksanaan salat istisqa memiliki dasar dari sunah Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW pernah keluar bersama para sahabat untuk melaksanakan istisqa ketika terjadi kekeringan.
Hukum Salat Istisqa
Salat istisqa hukumnya sunah ketika terjadi kekeringan atau kondisi ketika masyarakat membutuhkan hujan. Salat ini dapat dilaksanakan secara berjamaah di tempat terbuka, seperti lapangan.
Dalam pelaksanaannya, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar dan doa sebagai bentuk memohon ampun sekaligus meminta pertolongan kepada Allah SWT.
Waktu Pelaksanaan Salat Istisqa
Salat istisqa umumnya dilaksanakan pada pagi hari setelah matahari terbit dan meninggi. Waktunya serupa dengan waktu pelaksanaan salat Id. Salat dapat dilakukan di lapangan atau tempat terbuka dan dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah.
Niat Salat Istisqa
Niat salat istisqa dapat dibaca sebelum melaksanakan salat. Lafaz niat yang umum digunakan adalah:

Ushalli sunnatal-istisqa’i rak‘ataini lillahi ta‘ala.
Artinya: "Saya niat salat sunah istisqa dua rakaat karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Salat Istisqa
Salat istisqa dilaksanakan sebanyak dua rakaat. Tata caranya secara umum adalah sebagai berikut:
- Jamaah berkumpul di tempat terbuka untuk melaksanakan salat istisqa.
- Imam mengajak jamaah memperbanyak istighfar, bertobat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Imam dan jamaah melaksanakan salat istisqa sebanyak dua rakaat.
- Pada rakaat pertama dilakukan takbiratul ihram dan takbir tambahan sebagaimana tata cara salat Id menurut pendapat fikih yang digunakan.
- Imam membaca Surah Al-Fatihah dan surah Al-Qur'an, kemudian melanjutkan gerakan salat hingga selesai.
- Pada rakaat kedua dilakukan takbir tambahan, kemudian membaca Al-Fatihah dan surah Al-Qur'an.
- Salat dilanjutkan hingga salam.
- Setelah salat, imam menyampaikan khutbah dan mengajak jamaah memperbanyak doa serta istighfar.
- Imam dan jamaah memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang bermanfaat.
Bacaan Istighfar untuk Salat Istisqa
Memperbanyak istighfar menjadi salah satu amalan yang dianjurkan ketika melaksanakan istisqa. Salah satu bacaan istighfar yang dapat diamalkan adalah:

Astaghfirullahal-'azhim alladzi la ilaha illa huwal-hayyul-qayyumu wa atubu ilaih.
Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Yang Berdiri Sendiri, dan aku bertobat kepada-Nya."
Baca Juga :
Doa Memohon Turunnya Hujan
Salah satu doa yang dapat dibaca ketika memohon hujan adalah:

Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna.
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami."
Ada pula doa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad SAW:

Allahumma asqina ghaitsan mughitsan, mari'an mari'an, nafi'an ghaira dharrin, 'ajilan ghaira ajil.
Artinya: "Ya Allah, berilah kami hujan yang menolong, yang menyegarkan, yang menyuburkan, yang bermanfaat dan tidak membahayakan, yang segera dan tidak ditunda."
Anjuran Sebelum Melaksanakan Salat Istisqa
Sebelum salat istisqa, umat Islam dianjurkan melakukan introspeksi dan memperbanyak amal kebajikan. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain memperbanyak istighfar, bertobat kepada Allah SWT, bersedekah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Salat istisqa menjadi momentum untuk menyadari bahwa hujan dan air merupakan nikmat Allah SWT yang sangat penting bagi kehidupan. Karena itu, permohonan hujan tidak hanya diwujudkan melalui salat, tetapi juga dengan meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak doa.
(Siti Nahdia Usman)