Warga Bengkulu Diminta Terapkan PHBS Antisipasi Penyebaran Campak

Ilustrasi penyakit campak. (ANTARA/HO-Sutterstock)

Warga Bengkulu Diminta Terapkan PHBS Antisipasi Penyebaran Campak

Silvana Febiari • 8 April 2026 00:46

Kota Bengkulu: Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu mengimbau seluruh masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Imbauan ini penting guna mengantisipasi penyebaran penyakit campak.

Pemkot Bengkulu saat ini juga mempercepat pemetaan wilayah rawan penyebaran penyakit campak. Salah satunya dengan melakukan intervensi yang difokuskan pada daerah dengan temuan kasus tinggi untuk menekan penularan.

"Di wilayah yang kasus campaknya cukup banyak, kami tidak tinggal diam. Kami sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi secara menyeluruh, mulai dari edukasi, penguatan PHBS, hingga kemungkinan pemberian antivirus bagi anak-anak maupun masyarakat yang memiliki kontak langsung dengan penderita," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu Nelly Hartati, dilansir dari Antara, Selasa, 7 April 2026.
 


Saat ini Dinkes Kota Bengkulu melakukan pemetaan berdasarkan tingkat kerawanan. Untuk daerah dengan temuan kasus tinggi, langsung mendapat penanganan intensif.

Hal tersebut dilakukan karena karakter penularan campak menjadi tantangan utama berupa penyebaran yang cepat. Virus dapat menular melalui percikan saluran pernapasan, khususnya di lingkungan padat penduduk.

"Campak ini penularannya seperti flu, lewat droplet. Artinya sangat cepat menyebar. Kalau tidak diantisipasi dengan serius, bisa berkembang luas. Apalagi di wilayah yang memang sudah ada kasus," ucapnya.

Untuk daerah di Kota Bengkulu masuk kategori rawan, kata dia, yaitu Kecamatan Selebar. Di daerah itu, ditemukan kasus campak lebih tinggi dibanding kawasan lain.

Untuk itu, masyarakat yang berada di Kecamatan Selebar diminta menggunakan masker dan menerapkan PHBS, seperti mencuci tangan dan lainnya secara ketat. Tujuannya untuk memutuskan rantai penyebab penyakit.


Ilustrasi campak. (Freepik)


Kemudian Dinkes Kota Bengkulu melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) juga melakukan perlindungan kelompok rentan diperkuat seperti bayi dan balita. Caranya dengan meningkatkan cakupan imunisasi

"Kami terus mengingatkan bahwa imunisasi itu sangat penting. Bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk melindungi anak-anak kita ke depan. Jadi jangan sampai ada yang terlewat," ungkap Nelly.

Selain itu, fasilitas kesehatan juga diharapkan aktif mendeteksi gejala awal campak. Segera laporkan kasus jika ada masyarakat yang mengalami demam tinggi, ruam merah, batuk, dan pilek.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)