Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Biro KLI Kemenkeu.
Panda Bonds Raih Rating Tertinggi, Purbaya: Itu Tandanya Pak Prabowo Benar Kelola Fiskal
Husen Miftahudin • 24 July 2026 10:53
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan surat utang berdenominasi yuan atau Panda Bonds yang diterbitkan Pemerintah Indonesia di pasar Tiongkok memperoleh peringkat kredit tertinggi, yakni AAA, dari lembaga pemeringkat setempat.
Menurut Purbaya, capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap pengelolaan fiskal Pemerintah Indonesia.
"Bagus. Itu menunjukkan kebijakan Pak Prabowo mengendalikan fiskal benar. Enggak ada yang seperti orang-orang bilang brutal segala macam, enggak. Memang prudent dan hati-hati," ucap Purbaya di Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 24 Juli 2026.
Pemerintah resmi menerbitkan Panda Bond pada 23 Juli 2026. Pada 1 Juli 2026, lembaga pemeringkat asal Tiongkok, Lianhe Rating Co., Ltd., menetapkan peringkat AAA dengan prospek stabil (AAA/Stable) untuk instrumen surat utang tersebut.
Purbaya menilai peringkat tertinggi tersebut menjadi indikator keyakinan investor internasional terhadap kredibilitas dan kehati-hatian pemerintah dalam mengelola kebijakan fiskal.

(Ilustrasi surat utang/bonds. Foto: Bigalpha.id)
Panda Bonds jadi bukti optimisme perekonomian nasional
Meski Panda Bond telah diterbitkan, Purbaya mengaku belum memperoleh informasi mengenai hasil penawaran karena proses book building masih berlangsung. "Belum tahu, belum dapat informasi," kata dia.
Selain membahas penerbitan Panda Bonds, Purbaya juga menyampaikan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional.
Setelah ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I-2026, pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 berada di kisaran 5,4 hingga 5,5 persen.
Menurut dia, laju pertumbuhan ekonomi diproyeksikan semakin meningkat pada semester II-2026, didukung likuiditas yang memadai untuk menopang aktivitas ekonomi.
"Yang saya tahu, semester II, triwulan III, triwulan IV akan tumbuh lebih cepat lagi. Karena cukup, kita pastikan cukup uang di sistem perekonomian untuk mendorong ekonomi," yakin Purbaya.