Panda Bonds Jadi Langkah Pemerintah Kurangi Ketergantungan Dolar AS dan Angkat Rupiah

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Biro KLI Kemenkeu.

Panda Bonds Jadi Langkah Pemerintah Kurangi Ketergantungan Dolar AS dan Angkat Rupiah

Husen Miftahudin • 24 July 2026 10:43

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penerbitan Panda Bonds senilai sekitar USD1 miliar merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendiversifikasi sumber pendanaan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Ini kan diversifikasi sumber pendanaan kita. Sebelumnya kalau global hanya dolar, sekarang kita diversifikasi ke Jepang, Australia, dan Tiongkok," kata Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Jumat, 24 Juli 2026.

Menurut Purbaya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pembiayaan melalui berbagai pasar internasional sehingga tidak hanya bergantung pada instrumen berbasis dolar AS.

Purbaya juga menjelaskan, penggunaan mata uang yuan dalam transaksi dengan Tiongkok juga akan memperkuat implementasi skema Local Currency Transaction (LCT). Melalui mekanisme tersebut, transaksi perdagangan dapat dilakukan menggunakan mata uang lokal sehingga kebutuhan terhadap dolar AS dalam transaksi bilateral dapat ditekan.

"Dan saya akan pakai LCT, Local Currency Transaction. Sehingga mereka bayar yuan, saya terima rupiah di sini antarbank, antarsentral bank," jelas dia

Ia menilai optimalisasi penggunaan mata uang lokal berpotensi membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Rupiah akan cenderung menguat karena tekanan dari dolar ini. Jadi strategi itu memang sengaja dikembangkan untuk memaksimalkan instrumen yang ada untuk menjaga nilai tukar rupiah," papar Purbaya.
 



(Ilustrasi surat utang/bonds. Foto: Bigalpha.id)
 

Penerbitan awal senilai USD1 Miliar


Purbaya mengatakan pemerintah membatasi nilai penerbitan Panda Bonds tahap awal sekitar USD1 miliar. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkenalkan instrumen tersebut kepada pasar sekaligus mengukur minat investor melalui proses book building.

Pemerintah akan mengevaluasi hasil penerbitan perdana tersebut sebelum mempertimbangkan penerbitan lanjutan dengan nilai yang lebih besar.

Adapun dana yang diperoleh dari penerbitan Panda Bonds akan digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembiayaan defisit anggaran serta belanja pemerintah.

Menurut Purbaya, penerbitan Panda Bonds menjadi bagian dari strategi pemerintah memperluas sumber pembiayaan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar pendanaan berbasis dolar AS.

(Husen Miftahudin)