Dapat Peringkat AAA, Penerbitan Surat Utang RI di Tiongkok Semakin Mudah

21 July 2026 19:36

Jakarta: Indonesia mendapatkan peringkat utang AAA dengan outlook stabil (AAA stable) dari lembaga pemeringkat asal Tiongkok, Lianhe Credit Rating. Lembaga tersebut termasuk yang disegani di Tiongkok.

"Jadi triple A itu yang paling tinggi. Jadi di Tiongkok, peringkat utang kita tuh yang mentok atas. Rata kanan ya. Rata kanan," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dalam program Breaking News Metro TV, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurut Purbaya, perolehan peringkat dari Lianhe Credit Rating menjadi sangat penting untuk Indonesia. Dengan rating triple A tersebut, Indonesia mempunyai kemudahan untuk menerbitkan surat utang di Tiongkok, secara khusus Panda Bond.

"Seharusnya kita tidak terlalu sulit menerbitkan surat utang di sana," kata Purbaya.


Purbaya menjelaskan alasan Lianhe Credit Rating memberikan peringkat AAA stable untuk Indonesia. Lembaga tersebut menilai ekonomi Indonesia tetap kuat di atas enam persen, fundamental ekonomi solid, dan didukung skala ekonomi terbesar di Asia Tenggara, terutama terhadap guncangan eksternal.

"Kita memang jago. Ada gonjang-ganjing kita tetap kuat kan," kata Purbaya.

Dia menyentil oknum-oknum yang tidak percaya dengan ekonomi Indonesia yang kuat. Peringkat dari Lianhe Credit Rating menjadi bukti terhadap oknum-oknum yang meragukan ekonomi Indonesia tidak kuat.

"Orang Indonesia saja yang tidak percaya. Disangkanya saya menipu angkanya. Tidak, kami tidak pernah menipu angka," ucapnya.

Terkait Panda Bond, Purbaya mengatakan penerbitan surat utang Panda Bonds akan dilakukan pada Kamis, 23 Juli 2026. Pemerintah menargetkan penerbitan surat utang Panda Bonds senilai USD1 miliar.

Meskipun Purbaya meyakini permintaan akan melebihi target namun pemerintah masih akan melakukan penerbitan bertahap. Ia juga tak menutup kemungkinan akan menerbitkan Panda Bonds lagi.

Bank of China ditunjuk sebagai lead underwriter. Sementara itu, China International Capital Corporation (CICC), CITIC Securities, DBS Bank China, dan Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) akan bertindak sebagai joint lead underwriters dan joint bookrunners.




(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X