Ilustrasi. Foto: Freepik.
Geopolitik Masih Bergejolak, Kenaikan Harga Emas Global Terus Berlanjut
Husen Miftahudin • 7 January 2026 08:55
Chicago: Harga emas global memperpanjang kenaikannya pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didukung oleh permintaan aset aman setelah Penangkapan presiden Venezuela oleh Amerika Serikat (AS) memicu ketegangan global. Sementara itu, investor menunggu data penggajian AS untuk mendapatkan wawasan tentang kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Mengutip data Yahoo Finance, Rabu, 7 Januari 2026, harga emas spot naik 0,8 persen menjadi USD4.485,39 per ons, setelah kenaikan hampir tiga persen pada sesi sebelumnya, membawa harga lebih dekat ke rekor tertinggi USD4.549,71 yang dicapai pada 24 Desember. Sementara kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup satu persen lebih tinggi pada USD4.496,10.
Serangan AS di Venezuela pada akhir pekan telah memicu permintaan safe-haven yang berkelanjutan untuk emas dan perak. Namun, mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengaku tidak bersalah atas tuduhan narkotika, setelah AS menangkapnya dan membawanya ke New York pada akhir pekan.
Emas, yang dianggap sebagai aset aman tradisional, naik 64,4 persen pada tahun lalu, mencatat kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979. Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung diuntungkan dari lingkungan suku bunga rendah.
| Baca juga: Harga Emas Global Meroket 2,6%, Kini Dijual USD4.442/Ons |
.jpg)
(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
Pasar 'cari wangsit' soal kebijakan moneter AS
Para pelaku pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan bulanan AS pada Jumat, yang diperkirakan akan menunjukkan penambahan 60 ribu pekerjaan pada Desember, sedikit penurunan dari 64 ribu pada bulan sebelumnya.
Para pedagang memperkirakan dua pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini, menurut data LSEG. Presiden Federal Reserve Richmond, Tom Barkin, menyatakan perubahan suku bunga lebih lanjut harus disesuaikan dengan cermat untuk menyeimbangkan risiko pengangguran dan inflasi.
Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dapat melonjak hingga USD4.800 pada kuartal keempat tahun ini, dengan alasan penurunan suku bunga, perubahan kepemimpinan Federal Reserve, dan pembelian yang kuat oleh bank sentral dan dana investasi.