Warga Tangerang Diminta Waspada Penyakit Leptospirosis Saat Banjir

Sejumlah bocah bermain di genangan banjir melanda kawasan permukiman warga di Kabupaten Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul M

Warga Tangerang Diminta Waspada Penyakit Leptospirosis Saat Banjir

Silvana Febiari • 21 January 2026 23:55

Kabupaten Tangerang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Banten meminta masyarakat untuk waspada terhadap penyakit leptospirosis. Penyakit ini sering muncul saat banjir.

"Yang jadi masalah dan kita takutkan kalau banjir itu adanya penyakit leptospirosis. Jadi penyakit yang bisa masuk melalui luka atau kaki," kata Kepal (Dinkes) Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi, dikutip dari Antara, Rabu, 21 Januari 2026. 

Ia mengatakan masyarakat di 29 kecamatan Kabupaten Tangerang, terutama di wilayah terdampak banjir, harus meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan. Pasalnya, leptospirosis dapat disebabkan bakteri leptospira yang menyebar lewat urine atau darah hewan terinfeksi, seperti tikus, anjing, dan babi.
 


"Semacam virus yang berasal dari kotoran atau kencing binatang seperti tikus. Jadi kalau tikus kencing begitu banjir, airnya itu bisa dibawa, akibatnya terkena manusia," ujarnya. 

Leptospirosis dapat menyebar melalui genangan air dan tanah yang terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri. Seseorang dapat terserang penyakit itu jika terkena urine hewan melalui kontak langsung dengan air atau tanah yang terkontaminasi.

"Jadi air banjir itu bila ada kotoran dan kencing hewan, lalu terkena kaki kita dengan kondisi ada luka, bisa masuk lewat itu," ucapnya.

Ia mengatakan risiko terdampak penyakit lainnya, seperti kulit dan demam berdarah dengue (DBD), pasca-banjir juga harus diwaspadai. Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Kabupaten Tangerang telah melakukan monitoring dan pemeriksaan ke beberapa wilayah banjir.


Ilustrasi. Medcom.id


Hingga saat ini, belum ditemukan kasus penyakit kulit, leptospirosis, dan DBD yang positif pada orang terdampak banjir. "Kalau sejak tahun lalu memang sudah ada, tapi laporan yang terakhir terkait pasca-banjir ini belum ada laporan kasus penyakit ini," ungkapnya.

Sebanyak 119 desa/kelurahan di 24 kecamatan di Kabupaten Tangerang terdampak banjir pada Minggu, 11 Januari 2026. Hingga saat ini kondisi banjir di sebagian wilayah sudah surut dan beberapa lainnya masih tergenang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)