Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara merazia angkutan barang yang melintas di kawasan Pademangan. Foto: ANTARA/Sudin Perhubungan Jakarta Utara
Operasi Lintas Jaya di Pademangan, 16 Angkutan Barang Ditilang
Fachri Audhia Hafiez • 27 May 2026 00:06
Jakarta: Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Utara menindak tegas 16 armada angkutan barang dalam Operasi Lintas Jaya yang digelar di Jalan Lodan Raya, tepatnya di sekitar Pintu Timur Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Langkah ini diambil guna menekan angka pelanggaran lalu lintas dan meminimalisasi potensi kecelakaan di jalan raya.
“Kegiatan operasi ini rutin dilakukan dengan berpindah lokasi di enam wilayah kecamatan di Jakarta Utara untuk memastikan ketertiban lalu lintas,” kata Komandan Kompi Penindakan Sudinhub Jakarta Utara, Sulaeman saat dikonfirmasi di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 26 Mei 2026.
Baca Juga :
Sulaeman memaparkan, ke-16 kendaraan angkutan barang yang terjaring langsung dijatuhi sanksi berupa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tilang oleh petugas di lokasi. Mayoritas pelanggaran didominasi oleh ketidaklengkapan dokumen berkendara, muatan yang melebihi kapasitas (overloading), hingga kondisi fisik kendaraan yang dinilai tidak laik jalan.
"Kegiatan ini melibatkan sekitar 20 personel gabungan dari Sudinhub Jakarta Utara yang dibantu unsur TNI dan Polri," jelas Sulaeman.
Pihaknya mengimbau secara tegas kepada para pemilik perusahaan logistik maupun pengemudi untuk selalu melakukan pengecekan berkala terhadap kelaikan armada serta tertib administrasi sebelum beroperasi di jalan raya. Sulaeman juga mengingatkan agar sopir tidak memaksakan membawa muatan berlebih demi keselamatan bersama.
"Semoga dengan adanya operasi dan sanksi tegas ini dapat memberikan efek jera kepada para pengemudi maupun pemilik perusahaan angkutan yang melanggar," ungkapnya.
Di sisi lain, operasi ini mendapat respons dari para pengguna jalan. Salah satu pengemudi angkutan barang yang membawa muatan hewan kurban, Hairul, 45, mengaku ikut terkena skrining petugas dalam razia tersebut.
Meski sempat dihentikan, ia menilai operasi gabungan ini sangat positif untuk membersihkan jalan raya dari angkutan barang yang tidak tertib hukum atau kendaraan bodong.
"Tadi petugas sudah mengecek surat-surat dan memberi peringatan. Saya siap mengurus kelengkapan apabila diperlukan," ujar Hairul.