Ilustrasi. Foto: Freepik.
Proyeksi Bank Dunia: Harga Pupuk akan Melambung 31%
Richard Alkhalik • 29 April 2026 12:28
Washington: Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah tidak hanya memukul sektor energi, melainkan telah merembet menjadi ancaman bagi ketahanan pangan global.
Menurut laporan terbaru Commodity Markets Outlook dari Grup Bank Dunia memproyeksikan harga pupuk dunia akan meroket sebesar 31 persen pada 2026 yang didorong oleh lonjakan tajam harga urea hingga menembus 60 persen.
Tren inflasi komoditas pertanian ini dipastikan akan menekan tingkat keterjangkauan pupuk ke level terburuknya sejak 2022. Kondisi tersebut berpotensi besar menggerus marjin pendapatan petani dan mengancam stabilitas pasokan serta hasil panen global di siklus tanam mendatang.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Kekhawatiran dampak konflik berkepanjangan
Berdasarkan analisis Program Pangan Dunia atau World Food Programme menyebutkan jika eskalasi konflik terjadi lebih berkepanjangan, tekanan pada rantai pasok dan keterjangkauan harga tersebut berisiko mendorong 45 juta jiwa tambahan ke dalam jurang kerawanan pangan pada tahun ini.Analisis Bank Dunia juga mengatakan kenaikan harga minyak sebesar 10 persen yang dipicu oleh konflik berpotensi mengerek harga gas alam mencapai puncaknya hingga tujuh persen, serta mendorong harga pupuk menembus angka di atas lima persen.
Puncak lonjakan harga sektor pertanian ini akan menghantam ketahanan pangan sekitar satu tahun pasca-guncangan harga minyak awal yang pada akhirnya akan merusak agenda ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan di berbagai negara.