Aparat kepolisian federal berpatroli di salah satu kota di Meksiko. (Anadolu Agency)
Kasus Dua Agen CIA di Chihuahua Picu Dugaan Pelanggaran Kedaulatan Meksiko
Willy Haryono • 29 April 2026 19:40
Mexico City: Kejaksaan Agung Meksiko membuka penyelidikan terhadap dugaan keberadaan dua agen Badan Intelijen Pusat AS (CIA) yang tidak memiliki izin dan tewas dalam kecelakaan mobil di negara bagian Chihuahua, Selasa, 28 April 2026.
Kantor Kejaksaan melalui unit Kantor Kejaksaan Khusus Pengendalian Regiona (FECOR) menyatakan akan membuka dua berkas perkara terkait dugaan pelanggaran keamanan nasional oleh kedua warga Amerika Serikat tersebut. Penyelidikan difokuskan pada aktivitas mereka yang diduga terlibat dalam operasi keamanan tanpa otorisasi resmi.
Dalam pernyataan resmi, kejaksaan menyebut penyelidikan terhadap keberadaan warga asing tersebut mempertimbangkan kemungkinan adanya kejahatan terkait keamanan nasional, sehingga kasus dialihkan ke unit khusus penanganan perkara kompleks.
Selain itu, penyelidikan kedua dilakukan terkait pembongkaran laboratorium narkotika pada 19 April oleh aparat keamanan Meksiko. Kedua agen tersebut diduga terlibat dalam operasi tersebut meski tidak memiliki izin untuk berpartisipasi.
Dilansir dari media Anadolu Agency, kasus ini memicu perhatian luas karena mengindikasikan adanya hubungan antara pemerintah daerah dan lembaga intelijen asing, yang berpotensi melanggar konstitusi Meksiko. Aturan di negara tersebut melarang aktivitas agen asing tanpa persetujuan resmi pemerintah.
Gubernur Chihuahua, Maru Campos, membantah mengetahui keberadaan agen CIA di wilayahnya. Ia menegaskan tidak ada informasi terkait keterlibatan pihak asing dalam operasi keamanan lokal.
Kejaksaan Agung menegaskan bahwa jika terbukti terjadi pelanggaran, seluruh pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku. (Keysa Qanita)
Baca juga: Meksiko Sebut Dua Agen AS yang Tewas dalam Kecelakaan Langgar Hukum Nasional