Revitalisasi Pasar Baru Jakarta ala Myeongdong, Transportasi Publik Jadi Kunci

4 November 2026 11:11

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menata ulang kawasan bersejarah Pasar Baru menjadi destinasi wisata modern dengan referensi menyerupai kawasan pejalan kaki Myeongdong di Korea Selatan. Penataan kawasan ini akan dieksekusi secara masif setelah pembangunan moda raya terpadu (MRT) fase terkait rampung pada tahun 2027.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota, Nirwono Joga, memaparkan tiga hasil evaluasi utama mengapa Pasar Baru perlu segera dibenahi. Pertama, daya tarik kawasan ini dinilai sudah pudar dan tidak lagi relevan bagi kalangan milenial dan Gen Z. Kedua, aksesibilitas transportasi dan infrastruktur pejalan kaki saat ini belum maksimal. Ketiga, perlunya pembaruan fasilitas untuk mendukung kenyamanan pengunjung.

Untuk mewujudkan wajah baru tersebut, Pemprov DKI Jakarta berencana menerapkan konsep Low Emission Zone (Kawasan Rendah Emisi). "Seperti Myeongdong, Singapura, atau Tokyo, kawasan ini layak dijadikan area bebas kendaraan bermotor. Warga dapat dengan nyaman berjalan kaki. Nantinya, kendaraan pribadi diarahkan untuk parkir di area pinggiran (periferi) di luar kawasan utama," papar Nirwono dalam dialog Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu 4 November 2026.
 


Nirwono menambahkan, rencana revitalisasi ini tidak bermula dari nol. Pemprov DKI akan mengkaji ulang tiga landasan perencanaan yang sudah ada, yakni hasil sayembara Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta tahun 2019, master plan dari Bappeda, serta kajian akademis dari sejumlah perguruan tinggi. Akses pejalan kaki nantinya akan diperlebar dan dibuat nyaman, menghubungkan titik terdekat seperti Halte MRT Harmoni menuju gerbang Pasar Baru.

Pedagang Dukung Integrasi, Rindu Parkir Depan Toko

Rencana penataan ini mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha setempat. Ketua Asosiasi Pedagang Ritel Pasar Baru, Haresh Hiro Sadhwani, menyatakan kesiapannya mendukung program Pemprov DKI Jakarta, dengan harapan kawasan ini bisa terintegrasi langsung dengan simpul transportasi seperti LRT.

Namun, terdapat sedikit perbedaan pandangan terkait aksesibilitas kendaraan. Jika Pemprov DKI ingin mensterilkan jalan utama Pasar Baru dari kendaraan bermotor, pihak pedagang justru menyoroti nostalgia dan kenyamanan akses langsung bagi konsumen.

"Banyak pengunjung yang rindu Pasar Baru kembali berjaya seperti dulu, di mana mereka bisa parkir langsung di depan toko, belanja bergengsi, lalu pulang dengan puas tanpa harus repot memarkir kendaraan jauh seperti di dalam mal," ungkap Haresh.

Tahap perencanaan ini masih terus dimatangkan oleh Pemprov DKI Jakarta dengan membuka ruang bagi partisipasi dan aspirasi warga lokal, agar modernisasi yang dilakukan tetap menjaga nilai sejarah kawasan tanpa mengorbankan roda ekonomi para pedagang.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X