Temuan Ratusan Senjata: Yayasan Pastikan KBM Normal, Bantah Ada Ekskul Menembak

Muhammad Adyatma Damardjati • 7 August 2026 14:30

Jakarta: Pengurus yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjamin kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan normal. Penemuan nyaris seribu pucuk senjata dan sejumlah barang terlarang di lingkungan sekolah dipastikan tidak mengganggu aktivitas pendidikan para siswa.

Kuasa Hukum Yayasan, Hermawanto, menegaskan bahwa rutinitas harian anak-anak sama sekali tidak terimbas oleh kasus hukum yang sedang berjalan. Situasi di lapangan tetap kondusif layaknya hari-hari biasa.

"Seperti teman-teman ketahui juga, hari ini baik-baik saja, semua berjalan dengan baik, semua pendidikan berjalan lancar, anak-anak juga sedang pada bermain-main, sedang belajar, dan semua seperti tidak ada apa-apa," jelas Hermawanto di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Demi menjaga kenyamanan psikologis warga sekolah, proses penggeledahan dan penyitaan oleh aparat kepolisian sengaja dilakukan secara tertutup. Yayasan menetapkan aturan ketat agar tindakan hukum tersebut tidak berbenturan dengan jadwal sekolah.

"Karena memang ketika proses kami melakukan pembongkaran ruangan itu dilakukan di luar jam pendidikan, di luar jam sekolah. Jadi waktunya itu dilakukan di acara sore hari, jadi sekitar jam lima sampai malam," paparnya.

Bantahan ekstrakurikuler menembak


Kondisi KBM yang diklaim kondusif tersebut beriringan dengan upaya yayasan meluruskan disinformasi yang beredar. Hermawanto membantah keras alibi mantan Ketua Yayasan berinisial IWD, yang menyebut tumpukan senjata tersebut adalah inventaris untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak.

"Kami informasikan berdasarkan informasi dari para guru-guru yang sudah lama di sini, bahwa di sekolah ini tidak pernah ada ekstrakurikuler menembak," tegas Hermawanto. Terbongkarnya 'gudang' senjata rahasia ini diakui murni sebagai ekses dari konflik internal kepengurusan. Yayasan yang baru saja memecat IWD pada 18 April lalu itu terkejut saat membongkar paksa ruangan yang selama ini dikunci oleh mantan ketua tersebut.

"Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini. Kami itu pihak pengurus baru tidak mengetahui sama sekali keberadaan senjata itu sampai kami menemukannya," ungkapnya.

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X