Pulang dari Pengungsian, Warga Lebanon Temukan Rumah Sudah Hancur Lebur

2 May 2026 11:01

Warga Lebanon yang kembali dari pengungsian mendapati rumah mereka telah hancur akibat serangan Israel. Kondisi ini memaksa para pengungsi menghadapi pilihan sulit, antara bertahan di tengah reruntuhan atau kembali berpindah tanpa kepastian.

Dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime Metro TV, Sabtu 2 Mei 2026, kondisi tersebut terlihat di Tyre. Bangunan yang sebelumnya menjadi tempat tinggal warga, kini hanya menyisakan puing-puing.

Salah satu warga, Umm Ali Khoder, mengalami langsung dampak tersebut. Ia yang tinggal di atas sebuah taman kanak-kanak mendapati dua dari tiga kamar tidurnya hancur total. Sementara itu, bangunan di seberangnya dilaporkan telah berubah menjadi debu.
 



Bagi Umm Ali, kejadian ini bukan yang pertama. Rumahnya diketahui telah dua kali hancur akibat perang. Kondisi ini juga dialami banyak warga Lebanon lainnya yang kini harus kembali memulai kehidupan dari awal.

Hizbullah membalas

Hizbullah kembali menembakkan serangan balasan terhadap pasukan penjajah Zionis Israel di wilayah perbatasan Lebanon Selatan. Operasi ini dilakukan sebagai respons atas rangkaian serangan brutal yang terus dilancarkan Israel di tengah masa gencatan senjata.

Dalam laporan yang dikutip dalam program Newsline pada Jumat, 1 Mei 2026, pejuang Hizbullah berhasil menargetkan titik kumpul tentara Zionis di Kota Al-Taybeh, Lebanon Selatan. Serangan ini tidak hanya menyasar personel militer, tetapi juga menghantam pasukan evakuasi tentara Israel dengan menggunakan pesawat nirawak atau drone.

Aksi ini dilaporkan memicu kerusakan signifikan serta mengakibatkan sejumlah tentara penjajah tewas di lokasi operasi. Selain di Al-Taybeh, serangan drone Hizbullah juga menjangkau wilayah Galilea Barat yang diduduki Zionis, yang memicu kebakaran dan kerusakan infrastruktur di area tersebut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Reno Panggalih Nuha Lathifah)