Pemerintah Siaga, Rupiah Terus Tertekan dalam 8 Hari

15 January 2026 16:56

Pemerintah terus memantau pergerakan nilai tukar rupiah yang sempat mengalami tren pelemahan selama delapan hari berturut-turut. Namun, pada perdagangan Rabu ini, 14 Januari 2026, Rupiah mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data pasar spot, nilai tukar rupiah tercatat menguat 9 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.868 per dolar AS.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai bahwa meskipun terjadi fluktuasi, pergerakan rupiah saat ini masih dalam kategori relatif stabil. Menurutnya, hal ini didukung oleh fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai sangat solid, terutama dari sisi kinerja ekspor dan posisi cadangan devisa.

"Secara keseluruhan sebetulnya fundamental ekonomi, baik dari ekspor dan juga terkait dengan devisa, relatif aman," ujar Airlangga.
 

Baca juga: Rupiah Semakin Tertekan, Nyaris Rp16.900 per USD

Senada dengan Menko Airlangga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memprediksi bahwa rupiah memiliki peluang besar untuk terus menguat dalam dua pekan ke depan. Keyakinan ini muncul seiring dengan membaiknya fundamental ekonomi domestik yang diharapkan dapat menarik kembali aliran modal asing (capital inflow).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diproyeksikan berada di kisaran 5,4% hingga 5,5% menjadi daya tarik utama bagi investor global. "Modal asing akan masuk ke tempat yang menjanjikan pertumbuhan. Jadi, tidak perlu takut karena fondasi kita kuat," jelasnya dalam tayangan tersebut.

Selain masuknya investor asing, pemerintah juga optimis bahwa para pengusaha Indonesia yang menyimpan dananya di luar negeri akan mulai mengalihkan modalnya kembali ke Tanah Air. Hal ini dikarenakan iklim bisnis di dalam negeri yang dianggap lebih kompetitif dan menjanjikan peluang pertumbuhan yang stabil dibandingkan negara lain.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)