Febrie Adriansyah Hormati Proses Ekshumasi Sutrimo

12 August 2026 17:24

Jakarta: Kuasa hukum Febrie Adriansyah, Febri Diansyah menyatakan pihaknya menghormati penuh langkah penyidikan yang tengah dilakukan oleh Polda Metro Jaya dengan melakukan ekshumasi dan autopsi ulang terhadap jenazah Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga kediaman Febrie Adriansyah. Dia berharap proses hukum ini dapat mengungkap fakta yang sebenarnya. 

“Kita berharap kita semua menunggu dan menyimak informasi resmi yang disampaikan oleh pihak kepolisian. Karena kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan, termasuk proses ekshumasi yang kami dengar informasinya di media dilakukan hari ini," ujar Febri dalam tayangan Headline News Metro TV, Rabu, 12 Agustus 2026.

Dalam kesempatan tersebut ia mengajak semua pihak untuk bersabar menunggu hasil resmi dari kepolisian. Dia meminta semua pihak agar tidak banyak berspekulasi.

“Kami juga menyimak apa yang disampaikan oleh pihak dokter dari Polri, bahwa dari kajian ekshumasi ini nanti baru bisa ditentukan atau disimpulkan penyebab kematiannya, apakah natural atau unnatural. Jadi sebagai warga negara yang baik dan juga dalam konteks negara hukum, tentu kita hormati proses hukum yang berjalan,” katanya.

Diketahui, ekshumasi dilakukan setelah keluarga melaporkan kematian Sutrimo ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Laporan dilayangkan karena muncul kabar simpang siur terkait penyebab kematian Sutrimo. Laporan tersebut telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

"Hari ini ada tiga tahapan kegiatan, yang pertama pelaksanaan bongkar kuburan atau lebih banyak kita kenal dengan istilah ekshumasi," kata  Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di Pemakaman Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah. 

Menurut dia, tahapan berikutnya pemeriksaan luar jenazah untuk memastikan identitas dan pemeriksaan bagian dalam jenazah. Pemeriksaan dilakukan tim gabungan dokter forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik Medikolegal Indonesia (PDFMI) Jaya, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X