Harga Minyak Dunia Naik, IHSG Dibuka Melemah

9 March 2026 13:02

Jakarta: Kenaikan harga minyak mentah dunia tembus di angka USD100 per barel berdampak pada perdagangan pasar modal Indonesia Senin, 9 Maret 2026. Kondisi ini turut menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah. 

Pada perdagangan pagi ini, IHSG dibuka melemah sebesar 4,10 persen ke posisi 7.272. Menurut VP of Equity Retail Kum Securitas, Octavianus Audi, pergerakan IHSG diperkirakan akan berada dalam fase bearish consolidation, yaitu kondisi pasar masih berada dalam tekanan sehingga pergerakannya cenderung melemah sepanjang perdagangan hari ini.
 
Audi memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level support 7.450 hingga resistance 7.740. Namun, Audi juga memprediksi jika IHSG menembus (break support) di bawah level 7.400, maka tekanan di pasar saham bisa semakin kuat sehingga berpotensi mendorong pelemahan IHSG lebih dalam hingga mendekati level 7.200.
 

Baca Juga: IHSG Turun 3,51% ke Level 7.319 Pagi Ini

Para analis menilai pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Eskalasi konflik tersebut berpotensi mengganggu rantai pasok energi global, terutama di Selat Hormuz. 

Kondisi ini turut mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia, dengan West Texas Intermediate (WTI) crude oil berada di sekitar USD101 per barel dan Brent crude oil di atas USD100 per barel. Kenaikan harga energi berpotensi menguntungkan perusahaan minyak seperti ExxonMobil dan Chevron, namun dapat menekan sektor transportasi dan logistik karena meningkatnya biaya operasional.

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Nopita Dewi)