Iran Beri Peringatan Tegas Tak Mau Didikte AS

27 March 2026 22:24

Jakarta: Republik Islam Iran secara resmi menolak proposal gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat (AS). Iran juga menegaskan tidak mau didikte oleh Presiden AS Donald Trump terkait dengan masa berakhirnya konflik yang terjadi, karena menilai merekalah yang memiliki hak dalam memutuskannya.

Iran menyatakan akan terus melancarkan perlawanan besar terhadap AS dan sekutunya, Israel, sebagai bentuk balasan terhadap serangan yang telah menewaskan lebih dari 1.000 rakyat Iran. 

Lebih lanjut, Iran menegaskan apabila AS ingin perang segera berakhir, maka harus memenuhi syarat-syarat yang diajukan oleh Iran. Adapun isi dari syarat tersebut di antaranya sebagai berikut:

  • Agresi dan pembunuhan AS harus berhenti secara total.
  • AS harus memberikan jaminan untuk cegah agresi di masa mendatang. 
  • Kompensasi atas kerusakan akibat agresi AS-Israel.
  • Hentikan agresi terhadap front perlawanan Islam, mulai dari Lebanon hingga Irak.
  • Pengakuan internasional atas kedaulatan Iran di Selat Hormuz. 
Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa hingga kini pihaknya belum membuka pembicaraan dengan AS tentang konflik yang terjadi sejak pasukan AS-Israel menyerang Iran pada akhir Februari lalu. 
 
Baca Juga: Pakistan Ambil Peran Mediator Perang Iran, India Berada dalam Tekanan

"Saya sampaikan dengan pasti bahwa kami tidak melakukan percakapan maupun negosiasi dengan pihak AS. Namun, beberapa hari terakhir, pihak AS mulai mengirimkan pesan melalui pihak ke-3. Hal itu tidak bisa disebut percakapan atau negosiasi. Itu hanyalah sekadar pengiriman pesan melalui perantara," tegas Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Sayyid Abbas Araghchi, dikutip dari Zona Bisnis, Metro TV, Jumat, 27 Maret 2026. 

Sebelumnya AS mengirimkan proposal berisi 15 poin usulan untuk menghentikan perang yang terjadi. Adapun poin utamanya yakni AS meminta Iran untuk menyerahkan sisa uranium sebagai bentuk penghapusan program nuklir di Iran. Selanjutnya, AS juga meminta Iran untuk membuka kembali jalur perdagangan di Selat Hormuz serta menghentikan dukungan kepada kelompok-kelompok perlawanan Islam. Proposal tersebut dikirimkan AS melalui Pakistan yang berperan sebagai negara perantara sekaligus mediator untuk menyampaikan pengajuan gencatan senjata oleh AS. 

(Alfiah Ziha Rahmatul Laili)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Sofia Zakiah)