Basarnas Alihkan Fokus Pencarian KMP Virgo ke Jalur Darat

4 October 2026 10:19

Memasuki hari ke-22 operasi Search and Rescue (SAR) KMP Virgo Transport 8, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memutuskan untuk menghentikan proses pencarian bawah air atau penyelaman. Meski demikian, operasi SAR secara keseluruhan tetap dilanjutkan dengan strategi baru.

Berdasarkan laporan jurnalis Metro TV, Satrio Adi, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syafi'i menyampaikan bahwa operasi penyelaman dihentikan karena kondisi badan kapal yang semakin tidak stabil dan berisiko tinggi bagi keselamatan tim penyelam.

Seluruh kompartemen kapal yang memungkinkan untuk diakses dilaporkan telah disisir secara menyeluruh tanpa membuahkan hasil dalam beberapa hari terakhir. Sebanyak 55 korban yang hingga kini belum ditemukan diduga kuat terjebak di ruangan-ruangan kapal yang tidak dapat lagi dijangkau oleh tim SAR.
 



Selain akses yang tertutup, tim penyelam juga berhadapan dengan sejumlah kendala ekstrem di dasar laut. Memburuknya visibilitas akibat tumpukan sedimen lumpur, ancaman pergerakan benda tajam, hingga paparan bahan kimia berbahaya yang bocor dari kendaraan di area parkir kapal membuat operasi bawah air tidak lagi kondusif.

Merespons kondisi tersebut, Basarnas menginstruksikan tiga kantor SAR, yakni Kantor SAR Palangkaraya, Pontianak, dan Banjarmasin, untuk mengambil alih fokus pencarian. Strategi operasi kini dialihkan pada penyusuran darat dan penyisiran di sepanjang pesisir pantai Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat.

Dalam beberapa hari terakhir, tim darat berhasil menemukan sejumlah jenazah korban yang terdampar di pesisir pesisir Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Seluruh jenazah tersebut langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi.

Berdasarkan data manifes KMP Virgo Transport 8 yang berjumlah 243 orang, sejauh ini tim SAR telah mengevakuasi 188 korban. Dari jumlah tersebut, 108 orang dinyatakan selamat, sementara 80 korban lainnya meninggal dunia.

Saat ini, tim DVI RS Bhayangkara masih memproses identifikasi terhadap 17 jenazah, sementara tim SAR gabungan di lapangan terus memburu jejak 55 korban yang masih dinyatakan hilang.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X