10 December 2023 17:14
Jakarta: Jenazah empat bocah korban pembunuhan sang ayah di Jagakarsa, Jakarta Selatan, dimakamkan di TPU Perigi Bedahan Sawangan, Depok, Minggu sore, 10 Desember 2023. Keputusan itu merupakan hasil koordinasi bersama keluarga korban.
Empat jenazah berinisial VA, 6, SP, 4, AR, 3, dan AS, 1, telah dibawa oleh penyidik Polres Metro Jakarta Selatan. Keempatnya dimakamkan pada sore hari, setelah polisi berkoordinasi dengan paman dan ibu korban.
Polisi belum bisa memastikan waktu pemakaman karena penyidik masih berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Polri untuk menyelesaikan administrasi.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan telah menetapkan Panca selaku ayah korban sebagai tersangka kasus pembunuhan ini. Penetapan tersangka dilakukan dalam gelar perkara.
Panca membunuh keempat anaknya dengan cara dibekap secara bergantian dari usia paling kecil selama 15 menit. Keempat anaknya terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan.
"Dimulai yang pertama anak yang paling kecil, anak korban insial A umur 1 tahun, dilanjutkan anak korban inisial A juga umur 3 tahun. Selanjutnya anak korban yang ketiga umur 4 tahun dan terakhir anak korban yang tertua umur 6 tahun," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Bintoro kepada wartawan, Jumat, 8 Desember 2023.
Empat bocah itu ditemukan tewas mengenaskan pada Rabu, 6 Desember 2023 pukul 14.45 WIB. Jasadnya ditemukan saat warga mencium bau busuk dari rumah kontrakan yang terletak di jalan Kebagusan Raya RT 004 RW 03 Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Keempat anak berjejer di atas kasur dengan badan biru kehitaman. Ditemukan lebam di mulut dan hidung. Diduga mereka tewas dalam waktu yang hampir bersamaan pada rentang waktu 3-5 hari.
Sebelum menemukan keempat anak itu, polisi mendapati Panca Darmansyah berupaya bunuh diri di kamar mandi menggunakan pisau. Kini, dia tengah menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan pesan bertuliskan 'puas bunda, tx for all' berwarna merah di lantai rumah. Diduga tulisan yang terlihat dari bercak darah itu dibuat oleh Panca.
Sementara itu, ibunya Devi Manisha tegah menjalani perawatan di RSUD Pasar Minggu. Devi dilarikan ke rumah sakit akibat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) oleh Panca.