Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook, Nadiem Makarim, menilai perkara yang menjeratnya penuh kejanggalan dan seharusnya tidak pernah terjadi. Pernyataan tersebut disampaikan dalam sidang duplik yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa 23 Juni 2026.
"Saya sedih bahwa kasus ini begitu terang benderang. Kasus ini tidak ada keragu-raguan sama sekali dan tidak perlu pakar hukum untuk bisa mengerti betapa janggalnya kasus ini," kata Nadiem dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Selasa 23 Juni 2026.
Nadiem menyoroti sejumlah hal yang menurutnya menunjukkan kejanggalan dalam perkara tersebut. Ia menyebut penghematan anggaran justru dianggap sebagai kerugian negara, sementara niat baik dipersepsikan sebagai niat jahat.
"Penghematan dijadikan kerugian. Niat baik dijadikan niat jahat. Semuanya dibalikkan. Transparansi mengumumkan pelaporan kekayaan dijadikan senjata hukum," ujarnya.
Menurut Nadiem, kondisi tersebut membuatnya sulit memahami dasar dari perkara yang sedang dihadapinya. Ia bahkan mengaku tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkan kejanggalan yang ia rasakan dalam proses hukum tersebut.
Meski demikian, Nadiem mengaku masih memiliki harapan terhadap jalannya
persidangan. Ia meminta masyarakat untuk terus mengawal proses hukum yang berlangsung dan memberi perhatian kepada pihak-pihak lain yang menurutnya mengalami
kriminalisasi serupa.
Menutup dupliknya, mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi itu berharap majelis hakim dapat mempertimbangkan hati nurani dalam menjatuhkan putusan serta memberikan kejelasan terhadap perkara yang sedang dihadapinya.
Nadiem menjadi terdakwa dalam kasus dugaan korupsi program digitalisasi pendidikan berupa pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di lingkungan Kemendikbudristek tahun 2019-2022. Ia dituntut dengan pidana penjara selama 18 tahun, pidana denda Rp1 miliar subsider 190 hari penjara serta uang pengganti Rp5,67 triliun subsider 9 tahun penjara.
Sidang pembacaan putusan kasus dugaan korupsi Chromebook akan digelar pada Selasa, 30 Juni 2026.