Provinsi Riau Jadi 'Langganan' KPK, 7 Kepala Daerah Terjerat Korupsi

2 July 2026 14:04

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, terkait dugaan suap jual-beli jabatan Sekda. Suhardiman menjadi pejabat ketujuh dan memperpanjang daftar nama pejabat di Provinsi Riau yang terjerat kasus korupsi.

"Sebelumnya perlu kami sampaikan bahwa upaya penindakan oleh KPK kali ini kami sampaikan ini sudah yang ketujuh kalinya di wilayah Provinsi Riau." kata Pelaksana Harian Deputi Penindakan KPK, Achmad Taufik, dikutip dari tayangan Headline News Metro TV, Kamis, 2 Juli 2026.

Taufik membeberkan, sebelum kasus dugaan suap jabatan di Kabupaten Kuansing mencuat, KPK telah menangani enam perkara korupsi besar lain di Riau. Rentetan kasus tersebut dimulai dari korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran pada 2007, lalu suap pengadaan fasilitas Pekan Olahraga Nasional (PON) pada 2012.

"Yang pertama pada tahun 2007 terkait pengadaan mobil pemadam kebakaran." ucap Taufik.
 

Baca juga: KPK Dalami Peran Pihak Lain di Kasus Bupati Kuansing


Selanjutnya, KPK mengusut kasus suap alih fungsi hutan pada 2014, suap perpanjangan izin hak guna usaha (HGU) pada 2021, dan pemotongan anggaran pada 2023. 

"Yang ketiga pada tahun 2014 kita juga melakukan penindakan terkait suap alih fungsi hutan." tuturnya.

"Yang keempat pada tahun 2021 terkait suap perpanjangan izin Hak Guna Usaha, HGU. Ini yang berkembang kemudian ke tersangkanya mantan Kakanwil BPN." ucapnya.

Lalu, OTT dugaan pemerasan di Pemerintah Provinsi Riau pada November 2025, yang saat ini perkaranya masih berproses di pengadilan.

Sebelumnya pada 2021, Bupati Kuansing periode 2021-2026, Andi Putra, juga telah diringkus dan diproses hukum oleh KPK. Andi terseret perkara suap perpanjangan izin hak guna usaha (HGU).

Dalam perkara terbaru kali ini, penyidik lembaga antirasuah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dugaan suap terkait pengisian jabatan Sekretaris Daerah. Mereka adalah Bupati Kuansing Suhardiman Amby, Sekretaris Daerah Kuansing Zulkarnain, dan Direktur Utama PT Mitra Ideal Consultant Ardiles.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X