Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali membongkar sindikat peredaran narkotika jenis baru. Kali ini, sebuah unit apartemen di kawasan Jakarta Utara digerebek karena disulap menjadi laboratorium terselubung (clandestine lab) untuk memproduksi liquid vape mengandung Etomidate dan Happy Water.
Dalam operasi tersebut, BNN menangkap empat orang tersangka yang seluruhnya merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), di mana satu di antaranya adalah perempuan.
Plt Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Budi Wibowo, menjelaskan bahwa apartemen tersebut digunakan sebagai tempat meracik sekaligus gudang penyimpanan. Para pelaku memproduksi cairan narkotika yang kemudian dimasukkan ke dalam cartridge rokok elektrik (vape) dan kemasan minuman saset.
Dari lokasi penggerebekan, petugas menyita barang bukti dalam jumlah fantastis, antara lain hampir 10.000 buah cartridge kosong, puluhan cartridge berisi liquid Etomidate siap edar, alat injeksi/suntik untuk memasukkan cairan narkoba hingga ribuan bungkus
Happy Water yang kemasannya disamarkan menyerupai produk minuman lokal.
"Ini ada Happy Water yang sudah jadi dan merupakan campuran bahan yang mengandung Etomidate. Kemudian disamarkan dalam bungkus salah satu merek minuman lokal," ungkap Brigjen Pol Budi Wibowo di lokasi kejadian.
Pengungkapan pabrik narkoba ini bermula dari penangkapan pada 26 Desember 2025 di Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu, tim gabungan BNN, Bea Cukai, dan Imigrasi yang tengah memperketat pengawasan jelang Nataru berhasil mendeteksi penumpang yang membawa bahan baku narkotika cair.
"Dari temuan di bandara, tim melakukan pendalaman dan pengembangan hingga akhirnya menemukan lokasi apartemen ini yang ternyata digunakan untuk meracik narkotika tersebut," tambah Budi.
Hingga kini, BNN masih terus melakukan pengembangan penyidikan untuk memburu jejaring lain yang terlibat, termasuk mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak asing dalam sindikat ini.