Jakarta: Operasi serentak pemberantasan narkotika pada Jumat, 9 Oktober 2026, menyasar sejumlah kampung narkoba di Indonesia. Dalam penggerebekan di Kampung Sapiria Borta, Makassar, sebanyak 104 orang diamankan dan 98 di antaranya dinyatakan positif menggunakan narkoba.
Operasi berskala besar ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dan Kapolri. Sejumlah unsur dilibatkan, mulai dari Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, hingga Satpol PP.
Operasi tersebut bertujuan memutus mata rantai peredaran narkotika sekaligus memburu aktor utama di balik jaringan tersebut, bukan hanya menangkap pelaku lapangan. Penggerebekan dilakukan di sejumlah lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba.
Penggerebekan di Jakarta, Makassar, dan Palangka Raya
1. Jakarta: 24 orang diamankan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos
Sebanyak 700 personel dikerahkan untuk menggerebek Kampung Ambon dan Kampung Boncos. Dari dua lokasi tersebut, 24 orang diamankan, terdiri dari 16 orang di Kampung Ambon dan delapan orang di Kampung Boncos.
Petugas menemukan sabu, ganja, senjata tajam, serta koper yang menjadi bagian dari hasil pemantauan menggunakan drone. Sejumlah rumah dan bangunan semipermanen di lokasi tersebut diduga digunakan sebagai tempat peredaran narkoba.
2. Makassar: 104 orang diamankan di Kampung Sapiria Borta
Penggerebekan di Kampung Sapiria Borta, Makassar, melibatkan puluhan personel gabungan. Sebanyak 104 orang diamankan dan 98 di antaranya dinyatakan positif narkoba.
Petugas juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk sabu dan uang tunai senilai Rp49 juta. Selain itu, ditemukan pintu baja serta barang bukti lainnya di lokasi penggerebekan.
3. Palangka Raya: Sita 446,77 gram sabu
Di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, petugas menggerebek Kampung Narkoba Puntun dan sejumlah lokasi lain, termasuk Jalan Tjilik Riwut Km 14 serta Jalan Emang.
Dalam operasi tersebut, 15 orang dinyatakan positif narkoba, sementara dua orang lainnya diduga sebagai pengedar. Petugas juga menyita sabu dengan berat total 446,77 gram.
DPR Apresiasi Operasi Pemberantasan Narkoba
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Moh. Rano Alfath, mengapresiasi langkah Kapolri dalam menggelar operasi pemberantasan narkoba secara serentak. Upaya tersebut dinilai penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga masa depan generasi bangsa.
Operasi ini menjadi bagian dari upaya penindakan terhadap peredaran
narkotika di berbagai wilayah. Penanganan lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap jaringan pemasok dan pihak-pihak yang berperan di balik peredaran narkoba tersebut.