Pelajar dan Guru Prancis Kembali Suarakan Keprihatinan atas Kondisi Sekolah

4 November 2026 10:47

Aksi demonstrasi pelajar sekolah menengah di Prancis kembali berlanjut setelah libur sekolah. Ratusan pelajar menyampaikan protes terkait kondisi pendidikan, kekurangan guru, serta ketimpangan dalam sistem penerimaan mahasiswa.

Dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Rabu, 4 November 2026, sejumlah guru juga turut hadir dalam aksi demonstrasi tersebut. Mereka menilai situasi belum kondusif untuk kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Sejumlah guru yang hadir juga menyampaikan tuntutan dan kekhawatiran atas penanganan aksi dan kehadiran polisi di lingkungan sekolah.

Di sisi lain, aksi demonstrasi juga diwarnai oleh kehadiran aparat keamanan yang berjaga di sekitar lokasi. Lebih lanjut, aksi protes yang dimulai sejak bulan lalu ini menyoroti kondisi gedung sekolah yang terabaikan dan keterbatasan tenaga pengajar. Para pelajar menilai persoalan tersebut membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Sebelumnya, dalam aksi demonstrasi beberapa waktu lalu, pihak berwajib Prancis menangkap hampir 1.000 orang dalam demonstrasi di berbagai wilayah Prancis pada Sabtu, 24 Oktober 2026, yang memprotes kenaikan biaya hidup dan buruknya standar pendidikan. 

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prancis Laurent Nunez mengatakan sejumlah kelompok dinilai berpotensi menimbulkan kerusuhan memisahkan diri dari barisan demonstrasi dan berupaya merusak properti serta menyerang aparat keamanan.

“Petugas penegak hukum secara sistematis melakukan intervensi untuk merespons tindakan tersebut, yang jumlahnya cukup banyak, termasuk pelemparan benda dan penembakan mortir,” kata Nunez, dikutip dari Anadolu, Minggu, 25 Oktober 2026.

(Lutfia Azzahra)

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X